Kacau! Denny Siregar Beri Gelar Habib Rizieq S3 Marketing Setelah Ngaku Dapat Pesan dari Rasulullah SAW

Kamis, 11 Agustus 2022 22:20 WIB

Share
Kacau! Denny Siregar Beri Gelar Habib Rizieq S3 Marketing Setelah Ngaku Dapat Pesan dari Rasulullah SAW
Kolase foto Habib Rizieq dan Denny Siregar (Foto: ist.)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Pegiat media sosial Denny Siregar tidak percaya Habib Rizieq Shihab yang mengaku mendapatkan pesan dari Rasulullah SAW.

Mengutip berita jakarta.poskota.co.id, Hal tersebut langsung dilontarkan lewat kun Twitter-nya, @Dennysiregar7. “S3 Marketing..,” cuit Denny Siregar.

Sebelumnya, Habib Rizieq mengatakan mendapat pesan khusus yang ditujukan kepadanya.  Pengakuan itu disampaikan Habib Rizieq di hadapan para jama’ah. 

Ia mengaku pesan tersebut diterimanya ketika masih tinggal di Arab Saudi dan belum bisa kembali ke Indonesia.

Eks pentolan FPI itu mengisahkan proses penerimaan pesan dari Rasulullah SAW kepadanya Ia menjelaskan, pesan tersebut tidak langsung didapatkannya, tetapi melalui perantara. 

Hal itu diketahui melalui video yang diunggah di kanal YouTube Redaksi Islam, dengan judul ‘Merinding! Ceramah terbaru Habib Rizieq mendapat pesan dari Rasulullah’.

Dalam videonya, Habib Rizieq menceritakan, pesan itu disampaikan Rasulullah SAW melalui salah satu santri seorang abuya, kemudian disampaikan oleh sang abuya kepada Habib Rizieq saat berkunjung ke kediamannya. Tetapi, Habib Rizieq tidak menjelaskan identitas santri yang mendapatkan mimpi tersebut.

Habib Rizieq mengatakan, pesan Nabi Muhammad SAW kepadanya ialah perintah membacakan kitab yang berisikan hadist nabi kepada setiap tamu yang datang.  “Tiba-tiba ada seorang santri, di (dari) Abuya Syaikh Al-Maliki, santri yang tidak perlu saya sebutkan namanya,” ujar Habib Rizieq. 

“Dia bermimpi bertemu Rasulullah SAW, singkat mimpinya, disampaikan ke saya, supaya baca kitab yang berisikan hadist nabi untuk tamu-tamunya, itu saja pesannya ya ikhwan (saudara-saudara lelaki),” ujar Habib Rizieq.

Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar