Bini Dijual ke Hidung Belang Sekedar Pengin Ikut Nonton

Rabu, 10 Agustus 2022 06:30 WIB

Share
Bini Dijual ke Hidung Belang Sekedar Pengin Ikut Nonton
Kartun Nah Ini Dia: Bini Dijual ke Hidung Belang Sekedar Pengin Ikut Nonton. (kartunis: poskota/ucha)

OTAK Jayadi (43) dari Banyumas ini agaknya sudah somplak. Bini dijual ke lelaki hidung belang sekedar untuk pemuasan fantasi seksualnya. Pada polisi dia mengaku, nafsu seksnya terbakar manakala melihat istrinya digauli lelaki lain. Gara-gara kelakuan aneh Jayadi, dua istrinya tak tahan dijadikan komoditas nonmigas.

Suami cemburu manakala istri jalan berdua dengan lelaki lain, itu normal dan wajar. Tapi jika malah pengin lihat istrinya digauli lelaki lain dan dia kemudiaan siap jadi “generasi penerus”, ini namanya kurang ajar. Tapi walau tak wajar, ternyata ada lho lelaki model beginian, sehingga bini pun dikomersilkan meski uang bukanlah tujuan utama.

Lelaki punya kelainan seksual ini di antaranya Sujadi, warga Karanglewan Kabupaten Banyumas, Jateng. Dia sampai menikah dua kali, karena istri pertama tak sanggup dijadikan kelinci percobaan fantasi seksual suami. Giliran menikah lagi dengan Ngatijah (35) lagi-lagi dia memperlakukan istrinya macam konten video porno. Bila istri pertama hanya memendam segala sisi buruk eks suami, tapi Ngatijah justru lapor polisi, sehingga kelakuan Sujadi jadi konsumsi publik.

Secara ekonomi Sujadi tidak pernah kekurangan. Dia punya usaha jual-beli HP secara online. Ketika setiap keluarga punya HP smartpone lebih dari satu, bahkan setiap anggota keluarga punya sendiri-sendiri, bisnis model Sujadi ini sangat menguntungkan. Ini bisa dilihat dari penampilan luar sehari-hari. Rumahnya lumayan bagus, di garasi juga ada mobil. Burung perkutut miliknya seakan selalu menyambut manakala ada tamu, lewat suaranya yang merdu, hurrrr ketekuk, hurrrr ketekukkkkkk......

Celakanya, “perkutut” Sujadi yang berada di balik sarung, ada kelainan. Dia baru mau manggung manakala istri sebagai pasangannya digauli lelaki lain. Jika tanpa pemicu, ibarat setrum listrik PLN, tegangan atau voltasenya hanya 110 volt melulu. Baru setelah dirangsang dengan lelaki lain, mendadak jadi 220 volt kayak listrik dekat gardu induk.

Untuk memasarkan istri lewat aplikasi online, Sujadi tidak berani, takut mudah tercium polisi. Karenanya dia cari konsumen hanya secara getok tular. Bila ada peminat baru dia patok harga, meski tidak tinggi. Sebab tujuannya bukan untuk mempertebal kantong, tapi sekedar mencari kepuasan dia punya entong.

Istri pertama, si Atun (33) hanya beberapa minggu sudah tidak sanggup. Sebab ketika dia sedang melayani tamu, suami mengintip di tempat lain. Setelah selesai transaksi dan tamu pulang, barulah seri keduanya dilanjutkan oleh Sujadi sendiri. Tapi gara-gara kelakuan suami yang abnormal tersebut, Atun buru-buru minta cerai. Ada baiknya, Atun tak pernah mau merilis kelakian seksual eks suaminya itu.

Ada setahun lebih Sujadi hidup menduda. Tapi karena ekonomi mapan, dengan mudah dia dapat pasangan baru. Ternyata Ngatijah juga menerima perlakuan yang sama. Dia dijual pada lelaki lain, dan saat melayani konsumen kembali Sujadi nonton lewat lobang pengintipan. Setelah itu babak keduanya Sujadi jadi pemeran pengganti.

Beda dengan si Atun, Ngatijah ini begitu tahu suami punya kelainan seksual semacam itu segera lapor ke Polres Banyumas. Dijerat dengan pasal perdagangan wanita, Sujadi pun ditangkap. Dalam pemeriksaan dia mengaku, menonton istri digauli lelaki lain mendadak ada sejuta sensasi dalam otaknya, dan dia sangat menikmati.’

Dasar otak ngeres, banyak alasan. (GTS)

Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar