Keluarga Cium Bau Kebohongan Polisi, Brigadir J Disebut Tak Bawa HP Saat Penembakan, Padahal Ada 3 HP

Minggu, 17 Juli 2022 10:59 WIB

Share
Keluarga Cium Bau Kebohongan Polisi, Brigadir J Disebut Tak Bawa HP Saat Penembakan, Padahal Ada 3 HP
Kolase foto Brigadir J dan sang ayah, Samuel Hutabarat. (Foto: Diolah dari Google).

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Keluarga Brigadir Nopransyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J mencium bau kebohongan polisi perihal baku tembak dengan rekannya Bharada E di rumah dinas Irjen Pol Ferdy Sambo, Jumat (8/7/2022). Menurut keluarga, polisi mencoba mengaburkan fakta soal HP yang dibawa oleh Brigadir J.

Keluarga meyakini HP milik Brigadir J hilang setelah jenazahnya di bawa ke rumah duka di Jambi. Sang ibu, sempat menanyakan di mana HP milik anaknya kepada polisi yang membawa jenazah Brigadir J.

“HP anak saya mana tanya ibunya pada polisi yang bawa jenazah. Kakak almarhum juga bilang kalau dia tahu persis HP adiknya itu ada tiga. Datang jenderal, dilimpahkan lagi ke penyidik. Katanya siap jenderal tidak ada HP,” kata ayah Brigadir J, Samuel Hutabarat kepada wartawan, Sabtu (16/7/2022).

Menurut sang ayah, polisi tidak mendapati adanya HP milik Brigadir J. Pernyataan ini lantas membuat keluarga curiga terhadap polisi. Mereka menduga polisi sengaja menghilangkan untuk kepentingan tertentu.

“Masa nggak ada HP. Memangnya di rumah jenderal itu ramai orangnya. Apa memang sengaja dihilangkan. Soalnya sebelum kejadian itu, kakak dan mamaknya masih komunikasi itu. Ada WA-nya juga. Mereka saling kirim chat. Beberapa menit sebelum kejadian, putus itu hubungan,” jelas Samuel.

Komunikasi terakhir dilakukan pada pukul 16.00 WIB. Tepat 1 jam sebelum kejadian. Menurutnya, bisa saja HP tersebut menjadi petunjuk penting untuk mengusut kasus tembak menembak itu.

Seperti diketahui, aksi baku tembak yang terjadi di kediaman Kadiv Propam Polri Irjen Pol Ferdy Sambo terus diselidiki.

Informasi yang dihimpun tim penyelidik, insiden penembakan terjadi karena Brigadir Nopransyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J diduga melecehkan istri Ferdy Sambo. Yaitu Putri Candrawathi.

Yosua diketahui masuk ke kamar istri Ferdy Sambo dan menodongkan pistol.

“Berdasarkan keterangan dan barang bukti di lapangan bahwa Brigadir J memasuki kamar pribadi Kadiv Propam dan melecehkan istri Kadiv Propam dengan menodongkan senjata,” kata Karopenmas Div Humas Polri, Brigjen Pol Ahmad Ramadhan di Jakarta, Senin (11/7/2022).

Melihat kehadiran Brigadir Nopransyah Yosua Hutabarat di dalam kamarnya, istri Ferdy Sambo berteriak histeris.

Teriakan istri Ferdy Sambo itu didengar oleh Bharada E yang saat itu berada di lantai 2. Dia pun berlari turun ke lantai 1 dan menuju ke arah kamar pribadi komandannya.

Begitu sampai di depan kamar, Brigadir Nopransyah Yosua Hutabarat menegurnya. Karena panik, Yosua langsung menodongkan senjata dan menembak Bharada E.

“Dia pun menghindar. Bharada E pun membalas menembak. Tembakannya mengenai sasaran dan menewaskan Yosua,” kata Ramadhan.

Saat peristiwa itu terjadi, Ferdy Sambo tidak ada di rumah. Dia tengah menjalani tes PCR.(*)

Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar