Siap-Siap Polri Bakal Jadi Target Investigasi Komnas HAM Soal Kematian Janggal Brigadir J

Jumat, 15 Juli 2022 19:57 WIB

Share
Kolase foto Gedung Mabes Polri dan Brigadir J. (Foto: Diolah dari Google).
Kolase foto Gedung Mabes Polri dan Brigadir J. (Foto: Diolah dari Google).

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) bersiap melakukan investigasi menyeluruh perihal janggalnya kematian Nofryansah Yosua Hutabarat alias Brigadir J di rumah Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo di Duren Tiga, Jakarta Selatan, pekan lalu. Polri akan jadi target dalam investigasi ini.

Komisioner Komnas HAM, Choirul Anam, mengatakan pihaknya akan menyelidiki jumlah dan penyebabnya luka yang ada pada jenazah Brigadir J. Brigadir J diketahui mendapat hujan peluru dari rekannya sesama polisi, Bharada E.

Salah satu yang menjadi kontroversi dalam kasus ini adalah perbedaan pernyataan kepolisian dengan keluarga Brigadir J.

"Pertanyaannya sederhana, luka itu pertama begini, luka itu tergantung peristiwanya. Bisa lukanya satu, lukanya 1.000, itu tergantung peristiwanya. Nah kami sedang mengumpulkan semua informasi soal peristiwa dari berbagai pihak," kata Anam kepada wartawan di Kantor Komnas HAM, Jakarta Pusat, Jumat (15/7/2022).

Anam mengatakan investigasi akan dilakukan lewat kontruksi peristiwa untuk memastikan penyebab dan jumlah luka yang menewaskan Brigadir J.

"Baru kami akan masuk ke ruang yang lebih dalam, menanya semua pihak, sehingga peristiwanya menjadi terang benderang. Sehingga apakah ini lima atau tujuh, 1.000 (lukanya) dan lain sebagainya akan kami ketahui," jelasnya.

Saat ini, tim Komnas HAM telah memulai penyelidikan dengan mengumpul sejumlah data. Guna memperoleh hasil yang lebih objektif, Komnas HAM bekerja secara mandiri, tanpa bergabung dengan Tim Khusus bentukan Polri.

Meski begitu, Komnas HAM akan tetap berkoordinasi dengan Tim Khusus Polri, termasuk nantinya bertukar data atau informasi.

Sebelumnya sejumlah sepihak menilai terdapat sejumlah kejanggalan terkait kematian Brigadir J, salah satunya jumlah luka dan adanya luka diduga bekas sayatan seperti yang diungkap Wakil Koordinator Komisi Orang Untuk Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Rivanlee Anandar.

Dari catatan KontraS merujuk pada keterangan keluarga, mereka sempat dilarang melihat kondisi jenazah Brigadir J. Pihak keluarga juga mengatakan ada empat luka tembak pada tubuh Brigadir J, yakni dua luka di dada, satu luka tembak di tangan, dan satu luka tembak di bagian leher. 

Halaman
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar