Terkuak! Misteri Kematian Jalu Ternyata Ditusuk Temannya Sendiri Karena Dianggap Informan Polisi

Jumat, 8 Juli 2022 17:12 WIB

Share
Foto: Pelaku pembunuhan warga Krendang, Tambora, Jakarta Barat yang diringkus polisi. (Poskota/Pandi)
Foto: Pelaku pembunuhan warga Krendang, Tambora, Jakarta Barat yang diringkus polisi. (Poskota/Pandi)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Misteri kematian SM alias Jalu (49) terungkap, ternyata tewas ditusuk oleh rekannya sendiri lantaran diduga sebagai informan polisi. Diketahui, Jalu tewas di sebuah dengan luka tusuk pada bagian kuping di gang sempit Jalan Krendang RT05/02,Kel. Krendang, Kec. Tambora, Jakarta Barat pada Selasa (5/7/2022) kemarin.

Kasat Reskrim Polres Jakarta Barat AKBP Joko Dwi Harsono mengatakan, pihaknya menangkap empat orang pelaku dalam kasus tersebut. Keempat pelaku merupakan teman dekat korban. Joko menyebut, antara pelaku dengan korban merupakan pengedar narkoba jenis sabu di kawasan tersebut.

"Mereka ini adalah identik sindikat narkoba. Kegiatannya adalah jual beli narkoba. Namun diantara kelompok mereka terjadi perselisihan dimana rekan-rekannya yang lain menganggap bahwa korban ini telah berkhianat dengan dugaan korban ini memberikan informasi kepada kepolisian," ujarnya kepada wartawan saat konferensi pers, Jumat (8/7/2022).

Keempat pelaku yang ditangkap yakni DP alias D, kemudian AB alias D, kemudian A alias R, dan terakhir J. Joko menyebut, dalam komplotan tersebut, masih ada empat orang pelaku yang masih dalam pengejaran kepolisian.

"Total ada sembilan orang termasuk korban. Empat pelaku masih DPO, termasuk yang menusuk korban," ungkap Joko.

Ditambahkan Joko, karena dianggap sebagai informan polisi, para pelaku kemudian merencanakan untuk melakukan penganiayaan kepada Jalu. Dalam aksinya, masing-masing pelaku mempunyai peran masing-masing untuk mengeksekusi penganiayaan kepada korban.

Salah satu pelaku berperan sebagai orang yang memancing agar korban mau datang ke gang sempit, tempat dimana mereka biasa melakukan transaksi narkoba.

Joko menyebut, korban dianggap informan oleh para pelaku karena ada sedikit gesekan. Selain itu, saat ini polisi memang sedang gencar memberantas narkoba. "Karena aktifitas kepolisian dalam memberantas narkoba ini gencar, ini mungkin mempersempit ruang gerak mereka, sehingga rekan-rekan ini mencurigai si korban ini yang melaporkan atau yang menginformasikan kepada polisi," beber Joko.

Dalam penangkapan tersebut, tidak ada barang bukti yang diamankan. Hanya saja keempat pelaku positif narkoba saat dilakukan tes urine."Barang bukti fisik tidak ada, namun hasil cek urin positif. semua positif. lukanya satu tusukan, telinga tembus," ucap Joko.

"Informasi yang didapat dari empat orang kami amankan memang aktifitasnya di situ. termasuk jual belinya, memang gangnya sempit sehingga cukup aman. Tidak semua orang bisa keluar masuk," tambahnya.

Halaman
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar