Kasus Dugaan Pencabulan Anak Kiai Jombang Bikin Tokoh NU Ahmad Fahrur Rozi Malu, Netizen Malah Ingatkan Soal Korupsi Bendum PBNU: Toh Korupsi Juga Ada Kenapa Malu?

Kamis, 7 Juli 2022 19:28 WIB

Share
Kolase foto pencabulan santriwati di Ponpes Jombang dan Kiai Ponpes yang didatangi polisi. (Foto: Diolah dari Google).
Kolase foto pencabulan santriwati di Ponpes Jombang dan Kiai Ponpes yang didatangi polisi. (Foto: Diolah dari Google).

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Ketua PBNU Ahmad Fahrur Rozi mengaku malu dan prihatin atas sikap pengasuh Pondok Pesantren Shiddiqiyyah, Ploso, Jombang yang melindungi MAST, putranya untuk dibawa polisi lantaran diduga terkait kasus pelecehan. 

"Kita ikut merasa malu dan prihatin kasus ini menjadi isu nasional," kata pria yang akrab disapa Gus Fahrur, Kamis (7/7/2022).

Fahrur berharap pimpinan pesantren tersebut sadar dan taat terhadap hukum yang berlaku. Ia meminta agar pelaku bisa diserahkan kepada pihak berwajib agar masalah tersebut bisa selesai.

"Saya mengharap kesadaran pihak pimpinan pesantren untuk taat hukum dan menyerahkan kepada yang berwajib agar urusan segera selesai. Dia diberi jaminan keamanan dan pendampingan pengacara yang baik," ujarnya.

Di sisi lain, Fahrur juga prihatin terjadi bentrokan ketika polisi berupaya menjemput paksa anak kiai yang telah menjadi tersangka pencabulan di pesantren tersebut. Ia tak ingin santri pondok pesantren tersebut menjadi korban. "Kasihan jangan ada korban santri yang mungkin tidak mengerti apa. Saya juga berharap bisa dilakukan penangkapan tanpa kegaduhan seperti OTT KPK," ujarnya.

Pernyataan Ahmad Fahrur Rozi sontak mendapat reaksi netizen yang mengaku malu atas sikap pengasuh Pondok Pesantren Shiddiqiyyah, Ploso, Jombang tersebut.

Pemilik akun @Tan_Mar3M menyindir sikap malu tersebut dengan kasus korupsi yang melibatkan Bendahara Umum PBNU, Mardani H Maming. "Kenapa malu? Toh yg korupsi juga ada," tulis  pemilik akun @Tan_Mar3M. 

Sebagai informasi, polisi telah menetapkan anak kiai pesantren di Jombang berinisial MSAT sebagai tersangka pencabulan terhadap perempuan di bawah umur asal Jawa Tengah.

Polisi berupaya menangkap MSAT yang diduga masih berada di dalam pesantren hari ini. Bentrokan antara polisi dan simpatisan pun sempat terjadi. Pengikut MSAT sempat menghalangi petugas masuk ke area pesantren, namun pasukan akhirnya bisa menekan massa. Dari bentrokan itu, sejumlah pendukung MSAT ditangkap.
 

Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar