JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Akhirnya polisi menangkap tiga pelaku balapan mobil liar di Jalan Asia Afrika, Jakarta Pusat. Tiga pelaku itu, pemuda berinisial AD (25), RJ (22), dan ARR (22).
Adapun karena aksinya tersebut membuat ketiganya viral hingga diburu polisi pada beberapa waktu lalu.
Diketahui, kejadian aksi balapan liar itu terjadi pada Jum'at (24/6/2022) sekira pukul 00.50 WIB dini hari lalu, dan saat ini penyidik dari Subdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya telah mengamankan 3 unit kendaraan beserta pengemudinya.
Usai alat bukti berhasil terlengkapi untuk dilakukan penindakan hukum berupa pemberian sanksi tilang sebagaimana Pasal 297 Juncto Pasal 115 Undang-Undang Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (UU LLAJ).
Terkait hal tersebut, polisi pun menjelaskan soal isu taruhan yang beredar. Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Jamal Alam memastikan, bahwa aksi balapan liar tersebut terjadi secara spontan tanpa ada embel-embel perlombaan hingga taruhan.
"(Taruhan?) Gak, itu kan kemarin Pak Wadir Lantas sudah jelaskan ini spontanitas aja, gak ada taruhan-taruhan gitu," kata Jamal saat dihubungi, Minggu (3/7/2022).
Perwira polisi yang dalan waktu dekat akan menjadi Kapolres Kendal itu menjelaskan, bahwa di antara ketiga orang pelaku tersebut tidaklah saling mengenal.
"Itu tiga-tiganya gak saling kenal, karena kebetulan mereka ini ketemu di Tempat Kejadian Perkara (TKP) kemudian melihat ada jenis kendaraan yang sama, kemudian saling memanas-manasi yang berujung terjadinya aksi balap-balapan," jelas Jamal.
"Itu saja ya, intinya seperti yang disebutkan Pak Wadir ini spontan aja. Gak ada itu yang namanya mereka taruhan, jadi saya luruskan ya itu," tutup dia.
Sebelumnya diberitakan, penyidik Subdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, berhasil menangkap 3 orang pelaku balapan liar mobil yang terjadi di kawasan Jalan Asia Afrika, Jakarta Pusat pada Jum'at (24/6/2022) lalu.
Dari penangkapan ketiga pelaku tersebut, Wadirlantas Polda Metro Jaya, AKBP Rusdy Pramana mengatakan, bahwa aksi balapan liar ini dipicu karena aksi saling unjuk gigi para pelaku yang kebetulan bertemu di Tempat Kejadian Perkara (TKP).