Politikus PSI Bilang Nikah Beda Agama Boleh dalam Al Quran, Malah Diskakmat Cucu Nabi: Adzan Saja Dia Gak Paham!

Selasa, 28 Juni 2022 15:51 WIB

Share
Politikus PSI Bilang Nikah Beda Agama Boleh dalam Al Quran, Malah Diskakmat Cucu Nabi: Adzan Saja Dia Gak Paham!
Guntur Romli (Foto: tangkapan layar Youtube CokroTV)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID – Pemilik garis keturunan atau cucu Nabi Muhammad SAW, Habib Noval Assegaf memberi balasan pada pernyataan Politikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Guntur Romli.

Habib Noval Assegaf menyindir Politikus PSI usai menyebut bahwa nikah beda agama boleh dalam Al Quran. Cucu nabi itu bahkan menyebut Gun Romli tidak paham agama.

Sebelumnya, Guntur Romli menyebut bahwa seorang pria muslim boleh menikah dengan perempuan ahlul kitab yang berbeda agama. Ia menyebut nikah beda agama dalam kondisi itu dihalalkan dalam Al Quran, khususnya jika itu adalah perempuan Yahudi atau Kristiani.

 

Hal itu disebutkan oleh Politikus PSI melalui YouTube Cokro TV bertajuk “NIKAH BEDA AGAMA HALAL DALAM AL-QURAN, INI AYATNYA!” yang diunggah tiga bulan yang lalu.

Gun Romli dalam ini membantah fatwa MUI tahun 2005 yang mengatakan bahwa pernikahan beda agama haram dan tidak sah. Selanjutnya perkawinan laki-laki muslim dengan wanita ahlul kitab juga tidak sah.

“Dalam hal ini MUI telah mengharamkan sesuatu yang sebenarnya halal dalam Al quran,” kata Gun Romli, dikutip pada Selasa (28/6/2022).

 

Adapun, Politikus PSI itu mengutip salah satu ayat Al Quran pada surat Al Maidah ayat 5 yang menjelaskan soal nikah beda agama. Arti dari surat itu berbunyi:

 “Hari ini dihalalkan bagimu (segala) yang baik dan makanan ahlul kitab halal bagimu. Dan makananmu pun halal bagi mereka, (halal bagimu untuk dikawini) perempuan-perempuan baik diantara orang mukmin. Dan (juga) perempuan-perempuan baik diantara mereka yang menerima Al-kitab sebelum kamu,” tulis terjemahan dari surat Al Maidah ayat 5.

Halaman
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar