Waduh, JK Sempat Menolak AHY Jadi Cawapresnya Anies: Masih Juniorlah, Ya Mungkin Jadi Menteri Dulu

Senin, 27 Juni 2022 06:03 WIB

Share
Waduh, JK Sempat Menolak AHY Jadi Cawapresnya Anies: Masih Juniorlah, Ya Mungkin Jadi Menteri Dulu
Kolase, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan mantan Wapres Jusuf Kalla.

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Mantan Wakil Presiden, Jusuf Kalla (JK) sudah turun gunung untuk mempersiapkan jagonya untuk berlaga di Pilpres 2024. Anies Baswedan adalah tokoh yang terus ditentirnya.

bahkan, JK disebut-sebut  telah menyiapkan pasukan khusus untuk menangkan Anies Baswedan di pemilihan presiden (Pilpres) 2024.

Tak heran kalau kalangan politisi memantau kiprah JK, pun juga para pakar juga mencermati aksi JK. Pakar kebijakan publik, Achmad Nur Hidayat termasuk orang yang menantikan pasukan khusus yang disiapkan Jusuf Kalla untuk menangkan Anies di Pilpres 2024.

Pekan lalu, JK juga sudah menemui kampuin politik Indonesia, yang tak lain adalah mantan bosnya pada periode 2004-2009, yakni SBY (Susilo Bambang Yudhoyono).

Sudah bisa ditebak, yang dibicarakan masalah persiapan Pilpres 2024. Meski hasil pembicaraan tidak diungkapkan ke publik,namun sudah bisa diperkirakan. Paling tidak, JK punya Anies Baswedan, SBY punya sang putra AHY, Agus Harimurti Yudhoyono.

Akan halnya pakar politik Achmad Nur Hidayat telah melihat hal tersebut berdasarkan pertemuan yang dilakukan JK dengan SBY dan Surya Paloh.

Selain itu faktor kedekatan Anies dan JK menjadi indikasi terbentuknya pasukan khusus.

Ahli hukum tata negara sekaligus pengamat politik, Refly Harun, menanggapi peran JK sebagai king maker yang bisa menarik beberapa partai untuk mendukung Anies.

“JK sebagai king maker, itu bisa dia menggandeng PKS, kemudian ke SBY Demokrat, dan kemudian ke Nasdem Surya Paloh,” ujar Refly Harun di kanal YouTube-nya pada Rabu 22 Juni 2022.

Saat ini, Surya Paloh tampak masih bermain di dua kaki, yaitu kubu Istana dengan mengusung Ganjar.dan kubu luar Istana dengan mengusung Anies.

Halaman
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar