Ajak Anggota Hipmi Terjun Langsung Pada Usaha Komoditas Bahan Pokok, Presiden: Kondisi Belum Normal

Sabtu, 11 Juni 2022 09:08 WIB

Share
Presiden Joko Widodo saat menghadiri perayaan 50 Tahun Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (biro pers)
Presiden Joko Widodo saat menghadiri perayaan 50 Tahun Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (biro pers)

JAKARTA POSKOTA.CO.ID - Presiden Joko Widodo mengingatkan jangan sampai kita merasa normal padahal keadaannya betul-betul pada situasi yang tidak normal, ketidakpastian.

"Inilah yang perlu saya ingatkan kepada kita semuanya. Jangan sampai kita merasa normal, padahal keadaannya betul-betul pada situasi yang tidak normal, ketidakpastian ini," terang Jokowi.

Itu disampaikan Kepala Negara pada acara perayaan 50 Tahun Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Tahun 2022 yang digelar di Plenary Hall, Jakarta Convention Centre, Jakarta, Jumat sore  (10/6/2022).

"Ini yang harus kita jaga semuanya, dan problem besarnya sekarang ini ada dua urusan ekonomi, yang pertama kenaikan energi yang kedua kenaikan harga pangan," tambah Jokowi. 

Presiden mengungkapkan kita hati-hati dengan ini, yang itu semuanya akan memunculkan yang namanya kenaikan inflasi dari kenaikkan harga tersebut.

Presiden juga menyoroti inflasi yang terjadi di sejumlah negara yang berpengaruh pada naiknya harga berbagai komoditas. Presiden menuturkan, diperkirakan ada 60 negara yang akan mengalami kesulitan ekonomi dan akan menjadi negara gagal jika tidak bisa segera mengatasi ekonominya.

Kepala Negara kemudian memerinci sejumlah komoditas yang naik harganya, mulai dari gas alam yang naik 153 persen, batu bara naik 133 persen, minyak naik 58 persen, hingga minyak sawit mentah atau CPO yang naik 207 persen. 

Di luar itu, lanjut mantan gubernur DKI Jakarta ini,gandum juga harus diantisipasi kenaikannya karena saat ini dua penghasil gandum dunia yakni Rusia dan Ukraina sedang bermasalah.

"Karena penghasil gandum 30-40 persen Ukraina dan Rusia, sekarang ini bermasalah, gandum seluruh dunia harganya naik. Dan kita nanti di sini ada mie, di sini ada roti, semuanya berasal dari gandum," ucapnya.

Presiden, mengutarakan saat ini sejumlah negara juga sudah mulai membatasi ekspor pangannya sehingga kemandirian pangan menjadi sangat penting artinya.

Halaman
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar