Akal Bulus Anies Gelar Formula E Dibongkar Netizen, Ini Penyebab Kenapa BUMN Ogah Sponsorinya

Rabu, 1 Juni 2022 23:11 WIB

Share
Akal Bulus Anies Gelar Formula E Dibongkar Netizen, Ini Penyebab Kenapa BUMN Ogah Sponsorinya
Ilustrasi Anies Baswedan dan Formula E. (Ist).

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Pegiat media sosial, Eko Kuntadhi, membongkar akal bulus Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang bersikukuh menggelar balap mobil listrik Formula E. Diketahui, ajang balapan itu tak satupun disponsori oleh perusahaan BUMN sehingga membuat publik bertanya-tanya.

Selain BUMN, pihak swasta Internasional juga telah mencabut sponsornya lantaran berhubungan dengan perusahaan bir yang notabene amat ditentang oleh masyarakat muslim Indonesia.

Menurut Eko, banyaknya perusahaan yang menolak menjadi sponsor Formula E disebabkan mereka khawatir termakan tipu daya Anies. Pasalnya, ia melanjutkan, ajang balap mobil bebas emisi itu sejatinya sudah dirancang jauh-jauh hari sebagai alat kampanye politik Anies Baswedan. 

“Mau gimana? FE emang dirancang jadi ajang kampanye politik,” kata Eko lewat akun twitternya @ekokuntadhi, Rabu (1/6/2022). 

Eko menjelaskan, sebetulnya banyak pejabat tinggi di negara ini serta berbagai perusahaan milik negara dengan senang hati mendaftarkan diri sebagai sponsor ajang ini andaikata  ajang Formula E ini dipisahkan dari kepentingan pribadi Anies Baswedan serta dijauhkan dari embel - embel politik.

“Mungkin banyak pejabat yang mau bantu. BUMN juga mau kasih sponsor,” ujarnya.

Di sisi lain, Politisi PSI Guntur Romli lewat sebuah cuitannya di akun twitter pribadinya @GunRomli juga menyampaikan hal senada, dia meminta agar BUMN jangan sampai tunjuk tangan menjadi sponsor pada ajang balap itu. 

Sebab itu adalah panggung pribadi buat Anies Baswedan yang sudah mengerek uang warga Jakarta demi memuluskan ambisinya membawa Formula E ke DKI. 

“Formula E itu panggung pribadi Anies, BUMN jangan mau jadi sponsor, sudah terlalu banyak duit rakyat DKI dikeruk,” katanya.(*)

Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar