Sentil Anies, Tenda Pecel Lele Disebut Lebih Kuat dari Atap Formula E yang Ambruk, Guntur Romli: Tribunnya Abal-abal

Selasa, 31 Mei 2022 08:50 WIB

Share
Kolase foto Guntur Romli dan atap tribun Formula E Ambruk. (foto: diolah dari google)
Kolase foto Guntur Romli dan atap tribun Formula E Ambruk. (foto: diolah dari google)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Guntur Romli sentil Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dengan menyebut, tenda pecel lele lebih kuat bila dibandingkan atap tribun penonton di sirkuit Formula E yang ambruk.

Yang membuatnya miris, pembangunan sirkuit Formula E di kawasan Ancol, Jakarta Utara menyedot anggaran ratusan miliar rupiah.

"Ini tenda Hajatan Formula E yang nyedot ratusan miliar duit rakyat DKI? Tribunnya abal-abal, buah dari kebodohan dan kesombongan yang mengabaikan keselamatan. Tenda pecel lele masih lebih kuat," ujarnya melalui kicauan Twitter @GunRomli, dikutip Selasa 31 Mei 2022.

Menurutnya, atap tribun Formula E bisa ambrol karena kebodohan, kesombongan dan kecerobohan penyelenggara.

"BAHAYA kalau sampai bawa korban," tulisnya lagi.

Sebelumnya, Ketua Pelaksanan (Organizing Comite) Formula E Jakarta, Ahmad Sahroni menjelaskan bahwa runtuhnya atap Formula.E itu terjadi karena adanya badai.

Menurut Guntur Romli, penyataan ini dinilai sebagai kebohongan. Karena polisi menyebut ambrolnya atap tribun tersebut disebabkan oleh tiang penyangga yang kurang kuat.

Guntur Romli berkata, kasus tersebut kini tengah diusut oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Berarti panitia penyelenggara bisa diduga berbohong dengan menyebut angin sebagai penyebabnya. Padahal tidak ada laporan angin kencang. Kok tiba-tiba ambruk. Konstruksi abal-abal karena korupsi? Padahal ratusan miliar duit rakyat DKI sudah melayang, sedang diusut @KPK_RI," kata Guntur Romli.

Sebelumnya, atap tribun penonton atau grandstand sirkuit Formula E di kawasan Ancol, ambruk diduga karena angin kencang. Peristiwa ambruknya atap tribun ini diketahui terjadi sekitar pukul 23.00 WIB.

Halaman
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar