Tegas! Kapolres Serang Ingatkan Geng Motor Jangan Berulah

Senin, 30 Mei 2022 20:04 WIB

Share
Kapolresta Serang Kota Kombes Nugroho Arianto didampingi Kasatreskrim AKP David Adhi Kusuma menunjukkan barang bukti saat ekspose di Mapolresta Serang Kota. (haryono)
Kapolresta Serang Kota Kombes Nugroho Arianto didampingi Kasatreskrim AKP David Adhi Kusuma menunjukkan barang bukti saat ekspose di Mapolresta Serang Kota. (haryono)

SERANG, POSKOTA.CO.ID - Tim Resmob Polresta Serang Kota ringkus BY (22) salah satu anggota geng motor warga Kelurahan Cipare, Kecamatan Serang, Kota Serang setelah buron lebih dari enam bulan usai menganiaya Andi Komarudin (20).

Korban warga Lingkungan Unyur, Kelurahan Unyur, Kecamatan Serang, Kota Serang, tewas setelah dihujani sabetan clurit dan samurai di Jalan Raya Serang-Cilegong, Kelurahan Drangong, Kota Serang pada Sabtu 13 November 2021 sekitar jam 03.30 WIB.

Dalam peristiwa pengeroyokan tersebut polisi berhasil mengidentifikasi tiga pelaku, yaitu Bagus, Rizki Maulana alias Koboy dan Rob.

"Tersangka yang buron lebih kurang 6 bulan berhasil ditangkap Tim Resmob saat bermain game online di tempat rekannya. Saya sampaikan apresiasi kepada Kasatreskrim dan anggotanya yang berhasil menangkap DPO," terang Kapolresta Serang Kota Kombes Nugroho Arianto saat press conference di Mapolresta Serang Kota, Senin (30/5/2022).

Kapolresta menjelaskan penangkapan tersangka BY merupakan hasil pengembangan dari tersangka lainnya yang ditangkap sebelumnya dan telah di vonis oleh Pengadilan Negeri Serang.

"Jadi, penangkapan ini merupakan dari pengembangan dari tersangka lain yang telah ditangkap sebelumnya," terang Nugroho Arianto didampingi Kasatreskrim AKP David Adhi Kusuma.

Dalam kesempatan itu, Kombes Nugroho Arianto menegaskan bahwa pihaknya akan melakukan tindakan tegas tanpa pandang bulu terhadap geng motor atau komunitas lain yang berbuat ulah dan mengganggu ketenteraman masyarakat.

"Kepada seluruh komunitas motor, mari bersama-sama saling menjaga kondusivitas Kota Serang tetap aman dan nyaman, terlebih Provinsi Banten dan Kota Serang pada khususnya dikenal sebagai daerah agamis," ucap Alumni Akpol 1996.

Sementara AKP David Adhi Kusuma menambahkan bahwa selama menjadi buronan, tersangka BY bersembunyi di daerah Jakarta.

"BY merupakan tersangka utama yang melakukan penganiayaan dengan menggunakan celurit sehingga korban meninggal dunia adapun motif kejadian tersebut adalah perkelahian antar geng motor." terang David.

Halaman
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar