Meski Petani Sawit Sudah Demo di Istana, Pemerintah Masih Kekeuh Melarang Ekspor Minyak Goreng dan CPO

Selasa, 17 Mei 2022 19:49 WIB

Share
Aksi demo Para Petani sawit menentang kebijakan Pemerintah Terkait larangan ekspor minyal goreng dan CPO. (foto: Poskota)
Aksi demo Para Petani sawit menentang kebijakan Pemerintah Terkait larangan ekspor minyal goreng dan CPO. (foto: Poskota)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Para petani sawit menggelar aksi demontrasi terkait larangan ekspor minyak goreng dan CPO di Istana Negara, Jakarta, Selasa, 17 Mei 2022.

Selain digelar di Istana Negara, aksi Keprihatinan Petani Sawit Indonesia juga bakal digelar serentak di 22 provinsi dan 146 kabupaten/kota.

Meski petani sawit sudah demo di Istana, pemerintah sepertinya belum mau mencabut larangan tersebut., pemerintah masih kekeuh melarang ekspor minyak goreng dan CPO.

Hal tersebut dilontarkan Dirjen Kemendag Oke Nurwan, menurutnya, larangan ekspor CPO akan kembali dievaluasi jika harga minyak goreng curah menyentuh harga eceran tertinggi (HET) yakni Rp14.000/liter atau Rp15.500/kilogram.

"Masalahnya harga berkelanjutan seberapa lama, ketahanannya. Konsisten gak nih harganya. Makanya pasokan pun dibatasi. Saat ini 200 liter, besok 200 liter. Kalau sekarang dipasok 2.000 liter habis semua. Bukan hanya petani sawit, pemerintah juga perlu ekspor,"ujarnya di Jakarta, Selasa, 17 Mei 2022.

Lebih lanjut dirinya menjelaskan, Dia menambahkan, parameter harga minyak minyak goreng curah bisa disebut sesuai HET jika harga Rp14.000/liter sudah mencapai di 10.000 titik pasar tradisional diseluruh wilayah Indonesia.

"Tapi kita perlu mendata distributor yang komit, yang langsung mendaftar ke kita untuk menjual harga Rp14.000/liter,"kata Oke.

Sekadar informasi, petani kelapa sawit memang mengeluhkan larangan ekspor CPO dan turunannya berdampak buruk bagi mereka. Saat ini mereka kewalahan untuk menjual TBS.

Dampak saat ini adalah tempat penjualan TBS bagi petani di pabrik kelapa sawit (PKS) sudah penuh, banyak juga yang sudah berhenti beroperasi. Kemudian, melimpahnya pasokan mengakibatkan harga anjlok. (cr04)

Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar