ADVERTISEMENT

Kasus Pembunuhan Dini Nurdiani, Polisi Sebut Pelaku Tidak Ada Ganggun Kejiwaan, Ngaku Sadar Lakukan Pembunuhan

Selasa, 17 Mei 2022 20:47 WIB

Share
Terdduga pelaku pembunuhan terhadap Dini Nurdiani, warga Cengkareng, Jakbar. (Ist)
Terdduga pelaku pembunuhan terhadap Dini Nurdiani, warga Cengkareng, Jakbar. (Ist)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

BEKASI, POSKOTA.CO.ID - Polisi menjelaskan kelanjutan penanganan kasus cinta segitiga membawa maut, yakni pembunuhan yang dilakukan Neneng Umaya (36) terhadap Dini Nurdiani (27), perempuan asal Cengkareng, Jakarta Barat.

(Sebelumnya diberitakan, Neneng membunuh karena didorobng rasa cemburu, karena korban Dini Nurdiani jadi selingkuhan saminya.)

Pihak polisi menjelaskan, dari hasil pemeriksaan, pelaku Neneng Umaya tidak memiliki gangguan kejiwaan. 

Hal ini diungkapkan oleh Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Ivan Adhitira. Menurut Kasat Reskrim, pelaku Neneng umaya  tidak ada gangguan kejiwaan, dan mengakui dengan sadar melakukan pembunuhan terhadap Dini Nurdiani.

"Tidak ada, intinya masalah dari kejiwaan yang bersangkutan, dia dengan sadar, dia juga tahu, dia melakukan apa, lalu ia mengakui juga bahwa ia melakukan pembunuhan terhadap saudari D ini ya," ujar Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Ivan Adhitira dalam keterangannya, saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (17/5/2022).

Masih dengan Ivan, terhadap perencanaan pembunuhan yang dilakukan oleh tersangka Neneng Umaya terhadap korban Dini Nurdiani, pihaknya hingga kini masih melakukan pendalaman pemeriksaan terhadap tersangka.

Kembali ia mempertegas bahwa, tersangka secara sadar melakukan aksi kejam hingga Dini Nurdiani dinyatakan tewas.

"Itu kita perlu dalami, saat ini dia dengan sadar melakukan pembunuhan, dia mengakui melakukan pembunuhan, tapi apakah motifnya direncanakan atau tidaknya sedang kita dalami," terangnya.

Sebelumnya diberitakan, adanya dugaan motif antara pelaku dan korban terlebih karena adanya api cemburu terhadap suami pelaku.

Peristiwa tersebut dialami Dini Nurdiani, ketika dikabarkan tak kembali kerumah saat informasi terakhir yaitu akan menghadiri buka puasa bersama tanggal 26 April lalu.

Halaman

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT