Joe Biden Sulit ‘Jinakkan’ ASEAN untuk Menentang Invasi Rusia ke Ukraina

Sabtu, 14 Mei 2022 10:28 WIB

Share
Presiden Jokowi saat berfoto tepat di samping Presiden Joe Biden saat beramah-tamah dengan para pemimpin negara-negara ASEAN. (foto: twitter/Jokowi Widodo @jokowi )

Presiden joe biden, Joe Biden, Biden, ASEAN, AS-ASEAN, Rusia, Invasi Rusia, Ukraina, Rusia, 

Joe Biden Sulit ‘Jinakkan’ ASEAN untuk Menentang Invasi Rusia ke Ukraina

Joe Biden Sulit ‘Jinakkan’ ASEAN untuk Menentang Invasi Rusia ke Ukraina
AMERIKA SERIKAT — Presiden Joe Biden Biden menyambut para pemimpin negara-negara ASEAN ke Gedung Putih pada Kamis malam untuk makan malam dalam suasana ramah tamah yang penuh keakraban guna memulai KTT dua hari, pertemuan pertama kelompok itu yang akan diadakan di Washington dalam 45 tahun sejarahnya.

Pada pertemuan AS-ASEAN ini Presiden Joe Biden ingin mendorong para pemimpin Asia Tenggara untuk lebih blak-blakan tentang invasi Rusia ke Ukraina, tetapi masalah ini terus menjadi masalah yang rumit bagi banyak anggota aliansi 10 negara di kawasan itu yang memiliki hubungan mendalam dengan Moskow, seperti ditulis The Washington Post.

Gedung Putih juga mencoba untuk menunjukkan bahwa mereka meningkatkan di Pasifik bahkan ketika pemerintah telah fokus pada perang di Ukraina.

Diumumkan bahwa Amerika Serikat akan berkomitmen untuk lebih dari $150 juta dalam proyek-proyek baru untuk meningkatkan iklim, maritim, dan infrastruktur kesehatan masyarakat di Asia Tenggara.

Tetapi Biden tahu bahwa menemukan konsensus dengan anggota ASEAN tentang invasi Rusia terbukti sulit. Presiden Joe Biden mendapati kenyataan sulit untuk ‘menjinakkan’ ASEAN untuk menentang invasi Rusia ke Ukraina.

Sekretaris pers Gedung Putih Jen Psaki pada hari Kamis mengatakan Ukraina akan menjadi agenda pembicaraan para pemimpin, tetapi dia tidak dapat membuat prediksi apakah kelompok itu akan menyentuh invasi Rusia dalam komunike KTT.

“Saya akan mengatakan bahwa sejumlah peserta ASEAN telah menjadi mitra penting dalam menyerukan tindakan agresif Rusia,” katanya, dan “dalam berpartisipasi dan mendukung sanksi dan, tentu saja, mematuhinya.”

Beberapa anggota ASEAN -- Vietnam, Myanmar, dan Laos,  selama bertahun-tahun bergantung pada Rusia untuk perangkat keras militer.

Halaman
1 2 3
Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler