BELGIA, POSKOTA.CO.ID – Patriark Kirill, Pemimpin Gereja Ortodoks Rusia dikabarkan telah menjadi target sanksi Uni Eropa berikutnya, menanggapi invasi ke Ukraina.
Seorang diplomat mengatakan pada Rabu (4/5/2022) waktu setempat bahwa Komisi Eropa telah mengusulkan pembekuan aset Pemimpin Gereja Ortodoks Rusia.
Dilansir dari Reuters, Patriark Kirill telah ditambahkan ke daftar hitam rancangan yang sudah mencakup ratusan perwira militer dan pengusaha yang dekat dengan Kremlin. Mereka dituduh Uni Eropa mendukung perang di Ukraina.
Sebelumnya memang diketahui bahwa Patriark Kirill mendukung penuh langkah Presiden Rusia Vladimir Putin melancarkan operasi militer untuk denazifikasi Ukraina itu.
Disebutkan bahwa rangkaian sanksi akan memerlukan pembekuan aset dan larangan perjalanan. Pemberlakuan sanksi ini membutuhkan dukungan negara-negara Uni Eropa untuk diadopsi.
Para diplomat Uni Eropa akan bertemu minggu ini untuk membahas sanksi, yang merupakan bagian dari paket yang lebih luas yang diusulkan oleh Komisi Eropa sebelumnya pada hari Rabu (4/5/2022).
Pembicaraan mengenai sanksi tersebut termasuk embargo minyak dan pembatasan pada bank-bank Rusia.
Pertemuan pertama utusan Uni Eropa pada hari Rabu berakhir tanpa kesepakatan. Para pejabat menyebut ini sebagian besar disebabkan karena kritik beberapa negara terhadap larangan minyak dan tindakan terkait minyak lainnya, seperti larangan layanan pengiriman UE untuk minyak Rusia.
Sebelumnya pada hari yang sama, Gereja Ortodoks Rusia memarahi Paus Fransiskus setelah dia mendesak Patriark untuk tidak menjadi "anak altar" Kremlin. Gereja Ortodoks Rusia mengatakan kepada Vatikan bahwa pernyataan seperti itu akan merusak dialog antara gereja-gereja.
Saat ini, Patriark Kirill, pemimpin Gereja Ortodoks Rusia telah jadi target sanksi Uni Eropa berikutnya yang mencakup pembekuan aset hingga larangan perjalanan. Wacana pertemuan antara Patriark Kirill dan Paus Fransiskus bisa jadi ditunda. (Firas)
