Walah, Kepuasan Publik Menurun Terhadap Kinerja Presiden dan Wapres, Jubir Wapres: Dipengaruhi Problem Minyak Goreng

Rabu, 27 April 2022 19:38 WIB

Share
Juru Bicara Wapres Masduki Baidowi. (ist)
Juru Bicara Wapres Masduki Baidowi. (ist)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Kepuasan publik menurun terhadap kinerja Presiden Joko Widodo dan Wapres KH Ma’ruf Amin. Berdasarkan survei  Indikator Politik Indonesia 14-19 April , menyebutkan kepuasan terhadap Presiden 59,9 persen, sedang Wapres 45,2 persen.

Menanggapi hal itu, Juru Bicara (Jubir) Wakil Presiden, Masduki Baidlowi menilai, hal itu menjadi masukkan . Hasil tersebut tentu menjadi masukan penting bagi Wapres.

Naik dan turunnya kepuasan publik terhadap Presiden dan Wapres, adalah dinamika yang bisa dipahami," terang Masduki di Istana Wapres, Jakarta, Rabu (27/4/2024).

"Karena fluktuasi kepuasan publik tersebut dipengaruhi oleh persoalan bangsa secara siklikal,” kata Masduki.

Sebagai contoh, saat ini kepuasan publik menurun, sangat mungkin dipengaruhi oleh problem minyak goreng, kenaikan harga BBM, harga pangan. Selain itu ada  isu yang sengaja dihembuskan oleh pihak tertentu terkait penundaan Pilpres.

"Problem dan isu yang ada di tengah kehidupan bernegara itu, sangat wajar bila memberikan sentimen negatif terhadap pemerintah, yang dibuktikan dalam hasil survei," papar Masduki.

Meski demikian, masyarakat juga memberikan apresiasi yang positif ketika pemerintah memberikan solusi konkret. 

Contohnya pada awal tahun 2022, sesuai survei Indikator Politik Indonesia kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Joko Widodo dan Wapres KH Ma’ruf Amin mencapai rekor tertinggi.  Kepuasan terhadap presiden 71 persen dan Wapres 57,6 persen. 

Saat itu, publik merasakan bagaimana pemerintah berhasil mengatasi penyebaran pandemi Covid-19, secara signifikan. Juga geliat pemulihan ekonomi mulai dirasakan masyarakat.

"Survei Indikator juga menunjukkan bahwa Presiden dan Wapres bekerja dalam irama yang sama. Ketika kepuasan publik naik, keduanya bersama, begitupun ketika turun. Sama-sama turun,” ujar Masduki.

Halaman
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar