Wapres: Pemerintah Terus Berkomitmen Mendorong Kesejahteraan Masyarakat Papua

Kamis, 21 April 2022 13:01 WIB

Share
Wapres: Pemerintah Terus Berkomitmen Mendorong Kesejahteraan Masyarakat Papua
Wapres KH Ma'ruf Amin saat menerima Badan Pengurus Persekutuan Gereja-Gereja di Papua. (setwapres)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID  – Wakil Presiden (Wapres) KH Ma'ruf Amin menegaskan Pemerintah terus berkomitmen untuk mendorong kesejahteraan masyarakat Papua.

Beragam konflik yang masih terjadi di Papua menyebabkan situasi keamanan yang tidak stabil.

"Untuk itu, diperlukan adanya kesepakatan dalam membangun kesejahteraan Papua yang berkelanjutan agar implementasi percepatan pembangunan kesejahteraan di Papua dapat lebih optimal," terang Wapres.

Itu disampaikan Wapres usai menerima Badan Pengurus Persekutuan Gereja-Gereja di Papua (PGPP) di Kantor Wakil Presiden RI, Jalan Medan Merdeka Utara No. 15 Jakarta Pusat, Rabu (20/04/2022).

 "Kita bersepakat, mencari solusi bahwa kita tidak boleh lagi mewariskan konflik yang berkelanjutan. Yang kita wariskan adalah pembangunan kesejahteraan yang berkelanjutan”, ucap Wapres.

Menurut Wapres, gereja-gereja di Papua memiliki peranan penting dalam pembangunan keberlanjutan, khususnya membangun kedamaian dan kesejahteraan yang tidak mungkin hanya melibatkan jajaran pemerintahan saja.

"Pemerintah tidak mungkin bekerja sendiri. Peran gereja di Papua sangat penting dalam pembangunan berkelanjutan di Papua, membangun kedamaian, dan kesejahteraan”, ujar Wapres.

Wapres menuturkan bahwa beragam konflik yang masih terjadi di Papua akan dikenang sebagai warisan masa lalu yang akan diupayakan bersama oleh pemerintah, komunitas gereja di Papua, serta jajaran terkait untuk dapat segera ditemui jalan tengahnya.

"Pemerintah bersama gereja-gereja ini akan mengusahakan bagaimana konflik yang sekarang masih tersisa ini, sebagai warisan masa lalu”, terang Wapres.

Wapres menekankan pemerintah bekerja sama dengan para pihak terkait, khususnya komunitas gereja di Papua akan merumuskan solusi untuk mengakhiri beragam konflik yang terjadi di Papua. 

Halaman
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar