SWEDIA, POSKOTA.CO.ID – Kelompok sayap kanan Swedia berencana bakar Alquran hingga memicu protes dari puluhan warga Ukraina.
Polisi di Swedia mengatakan mereka telah menangkap sedikitnya 26 orang setelah bentrokan akhir pekan di kota Norrkoping dan Linkoping melawan rencana pembakaran Alquran oleh kelompok sayap kanan.
Polisi mengeluarkan pernyataan pada Senin (18/4/2022) bahwa delapan orang ditangkap di Norrkoping dan 18 lainnya ditahan di Linkoping.
Pihak kepolisian menambahkan bahwa pengunjuk rasa di Norrkoping yang berjumlah sekitar 150 melemparkan batu ke arah petugas dan membakar mobil.
“Polisi melepaskan beberapa tembakan peringatan. Tiga orang tampaknya terkena pantulan dan sekarang dirawat di rumah sakit,” kata polisi tentang Norrkoping sekaligus menambahkan tidak ada cedera yang mengancam jiwa, dikutip dari Al-Jazeera pada Selasa (19/4/2022
Sementara, dalam keterangannya polisi menyebut dua puluh enam petugas polisi dan 14 warga sipil terluka.
Sebelumya pada hari Minggu (17/4) bentrokan meletus di kedua kota untuk kedua kalinya dalam empat hari atas unjuk rasa oleh kelompok garis keras anti-imigrasi dan anti-Islam.
Kelompok anti-Islam yang berencana bakar Alquran itu dipimpin oleh politisi Denmark-Swedia Rasmus Paludan.
Menurut layanan kesehatan yang dikutip oleh kantor berita lokal TT, 10 orang dirawat di rumah sakit dengan luka ringan setelah bentrokan dan kerusuhan serupa di Linkoping.
Di kota itu, kelompok garis keras sayap kanan juga meninggalkan demonstrasi. Kekerasan dimulai setelah demonstrasi yang diselenggarakan oleh Paludan.
Polisi dan pengunjuk rasa telah terlibat dalam bentrokan selama beberapa hari terakhir yang dimulai pada hari Kamis (14/4). Bentrokan ini menyebabkan cedera pada beberapa petugas dan pembakaran beberapa kendaraan.
Paludan, yang memiliki izin untuk serangkaian demonstrasi di Swedia selama akhir pekan Paskah, dikenal karena pembakaran Alquran.
Di kota Malmo, sebuah bus terbakar setelah pelaku tak dikenal melemparkan benda yang terbakar ke kendaraan tersebut. Penumpang berhasil melarikan diri dari kendaraan sebelum ada yang terluka.
Kendaraan lain dan beberapa tempat sampah juga dibakar di Malmo dan polisi dilempari batu dan bom molotov pada Sabtu malam setelah pemimpin sayap kanan Paludan membakar Alquran.
Paludan bersama kelompok sayap kanan Swedia berencana bakar Alquran hingga menimbulkan protes dari sejumlah kalangan. Akibatnya sejumlah orang ditangkap dalam protes yang merusak fasilitas di beberapa kota. (Firas)