ADVERTISEMENT

Ombudsman Berharap HET Minyak Goreng Dicabut Guna Atasi Kelangkaan dan Tingginya Harga

Selasa, 15 Maret 2022 22:32 WIB

Share
Warga Kampung Pamahan , Desa Setia Mulya, Kabupaten Bekasi antri membeli minyak goreng murah. (Ist)
Warga Kampung Pamahan , Desa Setia Mulya, Kabupaten Bekasi antri membeli minyak goreng murah. (Ist)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Anggota Ombudsman, Yeka Hendra Fatika mengusul pemerintah agar mencabut harga eceran tertinggi (HET) minyak goreng yang hingga kini sudah kadung mahal di pasaran.

Menurutnya, hal tersebut harus dilakukan guna mengatasi kelangkaan minyak goreng di pasaran.

“Pemerintah harus menghilangkan disparitas harga dengan cara melepaskan harga kembali ke mekanisme pasar,” kata Yeka dalam konferensi pers secara virtual, Selasa (15/03/2022).

Meskipun melepaskan harga ke  kepada mekanisme pasar, kata Yeka, tetap memberlakukan domestic market obligation (DMO).

Hal tersebut guna menjamin ketersediaan minyak goreng.

Diketahui, jika dilepaskan harga ke mekanisme pasar dapat membuat harga minyak goreng menjadi tinggi.

Kendati demikian, pemerintah perlu melindungi kelompok masyarakat yang rentan, seperti keluarga miskin, UMKM yang mengonsumsi minyak goreng dalam bentuk curah.

Guna mengatasi hal tersebut, Yeka meminta pemerintah untuk tetap menetapkanharga eceran tertinggi (HET) hanya diberlakukan bagi minyak goreng curah, dengan DMO dan DPO tetap diberlakukan. 

Sedangkan, minyak goreng kemasan premium dan sederhana dilepaskan dari kebijakan HET.

Kemudian, Yeka memberi catatan distribusi minyak curah dengan harga HET hanya dikhususkan untuk pasar tradisional dengan pengawasan ketat.

Halaman

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT