ADVERTISEMENT

Menko Airlangga: Unhas Harus jadi Kiblat Pengetahuan di IKN Nusantara

Minggu, 13 Maret 2022 05:07 WIB

Share
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto saat menjadi narasumber pada Kuliah Umum yang diadakan Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, Sabtu, 12 Maret 2022. (foto: ist)
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto saat menjadi narasumber pada Kuliah Umum yang diadakan Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, Sabtu, 12 Maret 2022. (foto: ist)
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto saat menjadi narasumber pada Kuliah Umum yang diadakan Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, Sabtu, 12 Maret 2022. (foto: ist)
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto saat menjadi narasumber pada Kuliah Umum yang diadakan Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, Sabtu, 12 Maret 2022. (foto: ist)
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto saat menjadi narasumber pada Kuliah Umum yang diadakan Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, Sabtu, 12 Maret 2022. (foto: ist)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Salah satu sektor pendatang baru yang tampil mengisi lanskap ekonomi digital Indonesia adalah sektor edutech, yang saat ini memiliki pengguna aktif dengan pertumbuhan signifikan mencapai 200 persen pada 2020.

“Pemerintah mendorong pengembangan talenta digital melalui berbagai program seperti Gerakan Nasional Literasi Digital, Digital Talent Scholarship, dan Digital Leadership Academy. Namun, transformasi ekonomi memerlukan koordinasi dan sinergi dengan seluruh pihak, termasuk Perguruan Tinggi,” ucap Menko Airlangga.

“Pengembangan talenta digital diharapkan juga akan memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan digitalisasi UMKM di Indonesia. Sehingga lulusan universitas tidak hanya berperan sebagai job seeker namun dapat juga menjadi job creator,” tegas Menko Airlangga.

Kewirausahaan dan UMKM merupakan salah satu pilar pertumbuhan ekonomi selama masa pandemi. UMKM Indonesia saat ini berjumlah sekitar 64,2 juta usaha dan berkontribusi 60,51 persen terhadap PDB atau senilai Rp9,580 triliun.

UMKM juga berkontribusi terhadap penyerapan 97 persen dari total tenaga kerja yang ada dan dapat menghimpun sampai 60,4 persen dari total investasi. Namun, saat ini rasio kewirausahaan di Indonesia masih rendah, yakni 3,47 persen dari total populasi. 

 

Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto berdiskusi dengan Rektor Universitas Hasanuddin Prof Dwia Aries Tina Pulubuhu. (foto: ist)

Rasio kewirausahaan untuk sebuah negara maju minimal 5 persen dari total populasi. UMKM sendiri masih mengalami berbagai tantangan seperti Inovasi yang perlu ditingkatkan, Pembiayaan, Sumber Daya Manusia, Branding dan Pemasaran, Legalitas, serta Standarisasi dan Sertifikasi. Bahkan yang paling krusial yakni adaptasi terhadap perkembangan teknologi.

“Pada masa pandemi ini, perlu dilakukan transformasi UMKM melalui penerapan teknologi digital agar mampu menjadi Super Smart Society,” pungkas Menko Airlangga.

 

Halaman

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT