Fenomena Suntik Silikon di Kalangan Perempuan, Sosiolog: Agar Laku di 'Pasar Cinta'

Minggu, 20 Februari 2022 22:05 WIB

Share
Fenomena Suntik Silikon di Kalangan Perempuan, Sosiolog: Agar Laku di 'Pasar Cinta'
Sosiolog Unika Atma Jaya Jakarta, Hubertus Ubur. (ist)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Nasib tragis dialami oleh seorang perempuan berinisial RCD (34) asal Indramayu, Jawa Barat, yang harus meregang nyawa di kamar hotel di bilangan Mangga Besar, Tamansari, Jakarta Barat, Sabtu (19/2/2022).

Diduga, RCD tewas akibat kontraksi usai dirinya menyuntikkan cairan silikon ke bagian payudaranya tepat sehari sebelum ia ditemukan terkapar tak bernyawa oleh petugas di hotel tersebut.

Dari peristiwa tersebut, apa yang sebetulnya melatar belakangi seseorang atau perempuan ingin menyuntikkan cairan silikon ke bagian tubuhnya?

Menurut Sosiolog Universitas Katolik Atma Jaya Jakarta, Hubertus Ubur, seseorang khususnya kaum hawa.

Berpandangan, bahwa dengan menyuntikkan silikon ke bagian payudaranya akan memberikan manfaat dengan tubuh yang lebih terlihat indah.

"Suntik silikon bermanfaat untuk membuat buah dada kelihatan montok, tidak kempes atau peot. Sebagian perempuan mempersepsikannya sebagai keindahan dan kelihatan awet muda," ujar Hubertus melalui pesan singkat, Minggu (20/2/2022).

Lanjut Hubertus, dengan tubuh yang indah, khususnya pada bagian payudara yang disuntik cairan silikon.

Menjadi sebuah upaya untuk mencitrakan diri pribadi dan jenis kelaminnya.

"Sekarang masyarakat cenderung mengejar pengakuan sebagai somebody bukan hanya someone di era pergaulan yang semakin terbuka akibat perkembangan teknologi  komunikasi sosial," kata dia.

"Salah satu cara memperoleh pengakuan adalah menujukkan penampilan khususnya fisik. Suntik silikon adalah salah satu pilihan," sambungnya.

Lebih lanjut, ucapnya, fenomena suntik silikon ini juga dilatari atas adanya faktor eksternal, yakni permintaan pasar atau dengan kata lain ingin menjadi sosok figur yang didambakan oleh lawan jenis.

"Sosiologi menyebutnya teori transaksional. Supaya laku di "pasar cinta", butuh modal berupa fisik yang menarik," tambahnya.

Sebelumnya diberitakan Poskota.co.id, RCD (34) asal Indramayu, Jawa Barat ditemukan terkapar tak bernyawa di salah satu kamar hotel yang ada di bilangan Mangga Besar, Tamansari, Jakarta Barat pada Sabtu (19/2/2022).

Kanit Reskrim Polsek Tamansari, AKP Roland Manurung menjelaskan, mulanya penemuan mayat perempuan tersebut ditemukan oleh petugas hotel yang pada saat itu berniat ingin mengecek kamar hotel.

Sebab, korban telah habis batas masa sewa kamar sejak tiga hari ia menginap.

"Jadi petugas hotel sudah mencoba menelepon korban yang sudah tiga hari menginap dan waktunya check out. Namun, karena korban tak pernah mengangkat telepon tersebut, petugas mencoba mengecek kamar dengan mengambil kunci cadangan. Ketika dibuka, ternyata korban sudah tak beryawa (menjadi mayat)," ungkap Roland dalam keterangannya, Minggu (20/2/2022).

Pihak hotel, ujar dia, ketika melihat korban sudah tak bernyawa kemudian melaporkan temuan tersebut ke Polsek Metro Tamansari. Dan petugas pun langsung datang ke lokasi dengan dibantu oleh petugas Puskesmas guna dilakukan pemeriksaan.

"Jadi sehari sebelum ditemukan meninggal (Jum'at,18 Februari 2022), korban sempat meminta dokter kecantikan untuk datang ke kamar hotelnya guna disuntik payudara," ujarnya.

Lanjut dia, sekitar pukul 16.00 WIB, korban diketahui menghubungi rekannya menggunakan WhatsApp untuk bercurah hati dan mengeluh lantaran payudaranya mengeluarkan cairan usai disuntik sel silikon.

"Dia sampaikan bekas suntiknya ini keluar cairan gitu. Akhirnya dia lemas, namun korban enggan memeriksakan kondisinya ke Rumah Sakit. Nah kemungkinan sih akibat dari suntikan itu," paparnya.

Halaman
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar