ADVERTISEMENT

Ngeri! Rusia Tingkatkan Jumlah Militer di Perbatasan Dekat Ukraina, Perang Dimulai?

Kamis, 17 Februari 2022 11:28 WIB

Share
Ilustrasi militer Rusia. (Foto: Reuters).
Ilustrasi militer Rusia. (Foto: Reuters).

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Kehadiran militer Rusia semakin meningkat di perbatasan Ukraina. Hal ini menegaskan apa yang diungkapkan oleh negara-negara Barat bahwa kelompok-kelompok pertempuran antara Rusia dan Ukraina sedang bergerak.

Dilansir dari Reuters, Kamis (17/2/2022), Kepala Intelijen Pertahanan Inggris mengatakan ada lebih banyak kendaraan lapis baja, helikopter, dan rumah sakit lapangan di perbatasan Rusia-Ukraina tersebut.

Pejabat senior dalam pemerintahan Presiden AS Joe Biden mengungkapkan, lebih dari 7.000 tentara telah dipindahkan ke perbatasan dalam beberapa hari terakhir, termasuk beberapa yang tiba pada Rabu. Namun, dia sama sekali tak memberikan bukti.

Kekuatan dunia terlibat dalam salah satu krisis terdalam dalam hubungan Timur-Barat selama beberapa dekade. Mereka berebut pengaruh pasca Perang Dingin dan pasokan energi karena Rusia ingin menghentikan Ukraina bergabung dengan aliansi militer NATO.

Negara-negara Barat telah menyarankan pengendalian senjata dan langkah-langkah membangun kepercayaan untuk meredakan kebuntuan, yang telah mendorong mereka untuk mendesak warganya meninggalkan Ukraina karena serangan bisa datang kapan saja. Rusia menyangkal memiliki rencana untuk menyerang.

"Ada apa yang Rusia katakan. Dan kemudian ada apa yang dilakukan Rusia. Dan kami belum melihat mundurnya pasukan mereka," kata Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken dalam sebuah wawancara di MSNBC.

"Kami terus melihat unit-unit penting bergerak menuju perbatasan, bukan menjauh dari perbatasan," tambahnya.

Intelijen Estonia mengetahui sekitar 10 kelompok tentara bergerak menuju perbatasan Ukraina, di mana diperkirakan sekitar 170.000 tentara telah dikerahkan, kata Mikk Marran, direktur jenderal Badan Intelijen Luar Negeri Estonia.

Serangan itu, kata dia, akan mencakup pemboman rudal dan pendudukan medan utama.

"Jika Rusia berhasil di Ukraina, itu akan mendorongnya untuk meningkatkan tekanan pada Baltik di tahun-tahun mendatang. Ancaman perang telah menjadi alat kebijakan utama bagi Putin," kata Marran.

Halaman

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT