Ini Komentar Sosiolog Soal Sopir Angkot Habis Tegak Miras Pukuli Anggota Satpol PP di Tangsel

Minggu, 13 Februari 2022 20:04 WIB

Share
Diduga tengah mabok, sopir angkutan umum di Jalan Tegal Rotan Raya, Pondok Jaya, Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan pukuli anggota Satpol PP Kota Tangsel. (Foto/tangkapanlayarvideo)
Diduga tengah mabok, sopir angkutan umum di Jalan Tegal Rotan Raya, Pondok Jaya, Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan pukuli anggota Satpol PP Kota Tangsel. (Foto/tangkapanlayarvideo)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Diduga tengah mabok habis tegak miras, sopir angkutan umum (Angkot) di Jalan Tegal Rotan Raya, Pondok Jaya, Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) memukuli anggota Satpol PP Kota Tangsel.

Alhasil, dua orang diamankan Polsek Pondok Aren. Kejadian tersebut menimpa petugas Satpol PP bernama Sahroni. Saat itu dia hendak pulang usai berdinas.

Kemudian keributan terjadi di jalanan usai Sahroni mengklakson angkot. Dia kemudian dikeroyok oleh sopir angkot diduga berjumlah lima orang yang sedang mabuk.

Sosiolog Musni Umar mengatakan, kejadian tersebut dapat menjadi pelajaran bagi petugas Satpol PP agar tidak sendirian dalam berdinas dan melakukan tugas.

"Di dalam melakukan peneguran juga harus hati-hati, jangan sampai ada perlawanan balik karena itu harus sopan ya," ujarnya dikonfirmasi Minggu (13/2/2022).

Dalam kasus ini, Umar mengatakan sopir angkot jangan hanya karena solidaritas kemudian melakukan pengeroyokan kepada petugas.

"Jangan melakukan pengeroyokan karena itu artinya menjadi hakim jalanan," paparnya.

Menurutnya, main hakim sendiri bukan jalan menyelesaikan masalah. Hal tersebut justru malah menimbulkan masalah baru dan tidak menemukan jalan keluar atas permasalahan yang dialami.

"Jadi harus sabar jangan emosional akhirnya yang rugi mereka juga," ucapnya.

Dia mengingatkan kepada pemilik angkot agar selalu mewanti-wanti sopir untuk tidak mabok saat berkendara. Apalagi ketika sedang membawa penumpang.

Halaman
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar