Diharapkan hasil uji ekstraksi itu bisa dilihat pada pertengahan tahun 2022 nanti.
Kalau hasil dari evaluasi bagus, kita lanjutkan pendetailan dan eksplorasi untuk mendapatkan sumber daya.
Temuan awal ini masih akan menunggu arahan dari pemerintah.
Tetapi bagi ESDM sendiri temuan kandungan mineral di lumpur Lapindo ini penting, karena dua material ini menjadi bahan baku energi terbarukan yang dibutuhkan semua negara.
"Maka, harta karun yang ditemukan di Sidoarjo ini harus bisa dimanfaatkan untuk kepentingan nasional," jelasnya.
Lithium sendiri merupakan salah satu bahan baku penting dalam pembuatan baterai listrik.
Ini selaras dengan perkembangan teknologi mobil listrik yang sedang dikembangkan oleh banyak negara.
Lihat juga video “KPK Tetapkan Hakim PN Surabaya Sebagai Tersangka Suap”. (youtube/poskota tv)
Sedangkan Stronsium merupakan bahan baku yang digunakan dalam industri teknologi.
Apalagi, ia menyebut kandungan Litium dan Stronsium di lumpur Sidoarjo memiliki kadar tinggi.
"Lithium dan Stronsium lebih kita sebut mineral kritis. Terkait isu global di mana bahan baku teknologi tinggi dan mineral untuk energi, temuan ini sangat terkait dengan itu. Stronsium jadi inovasi berteknologi tinggi," paparnya.
Selain Puslitbang tekMira, Badan Geologi juga akan melibatkan sejumlah institusi penelitian lain, baik dari dalam dan luar negeri.
Di samping nilai ekonomi, Badan Geologi Kementerian ESDM kata Awaludin, juga masih berfokus pada penanganan dan pengelolaan semburan lumpur di Sidoarjo untuk meminimalisir risiko keberadaannya (hazard to resources). (dodohawe)