JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Pertemuan Menteri Luar Negeri (Menlu) Indonesia Retno Marsudi dan Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken di Jakarta beberapa pekan lalu bukan sekadar membahas penguatan hubungan bilateral dan isu-isu kawasan.
Antony Blinken juga mengangkat isu kemungkinan normalisasi hubungan Indonesia dan Israel.
Dilansir dari VOA Indonesia, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Teuku Faizasyah membenarkan hal itu. Tetapi pihak Indonesia langsung menegaskan kembali komitmen Indonesia atas perjuangan bangsa Palestina.
"Menteri Luar Negeri Indonesia menyampaikan posisi konsisten Indonesia terhadap Palestina bahwa Indonesia akan terus bersama rakyat Palestina memperjuangkan keadilan dan kemerdekaan. Itu yang disampaikan Ibu Menlu ke Menlu Blinken," kata Teuku Faizasyah pada Minggu (26/12).
Dia menekankan bahwa tidak ada pembahasan lebih lanjut tentang isu normalisasi Indonesia-Israel.
Sikap Indonesia tersebut sesuai dengan amanat Pembukaan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 yang menyatakan,"Kemerdekaan adalah hak segala bangsa. Oleh sebab itu, penjajahan di atas dunia harus dihapuskan."
Ada beragam upaya untuk mendorong terwujudnya normalisasi hubungan Indonesia-Israel menurut pengamat Timur Tengah di Universitas Indonesia Yon Machmudi.
Baik ini dilakukan langsung oleh Israel maupun melalui AS. Namun sejauh ini pemerintah belum memberikan sinyal positif soal pentingnya normalisasi itu dilakukan dalam waktu dekat.
Kepentingan Palestina akan selalu menjadi pertimbangan utama Indonesia dalam melakukan normalisasi hubungan dengan Israel. Sebab isu Palestina ini menjadi satu satu inti dari diplomasi Indonesia.
"Kalau kemudian pihak Amerika dan Israel merasa bahwa normalisasi itu perlu, maka harus diimbangi juga dengan keseriusan mereka dalam hal realisasi solusi terhadap kemerdekaan Palestina," kata Yon Machmudi.
Indonesia membutuhkan Israel dalam konteks industri strategis dari segi kepentingan. Tetapi itu bisa dipenuhi tanpa harus melakukan normalisasi.
Sedangkan Israel memerlukan pengakuan dan dukungan Indonesia karena Indonesia merepresentasikan negara Islam yang demokratis dan moderat.
Menurut Yon Machmudi, jika normalisasi Indonesia-Israel terwujud sebelum negara Palestina merdeka dan berdaulat terwujud maka berdampak akan sangat besar dan mengguncang stabilitas politik di dalam negeri.
Yon Machmudi menambahkan langkah yang perlu diambil oleh pemerintah adalah menyampaikan kepada masyarakat bahwa normalisasi dengan Israel adalah satu paket dengan solusi kemerdekaan Palestina. Jika Palestina sudah merdeka, tidak ada alasan lagi menolak menormalisasi hubungan dengan Israel.
Dengan demikian masyarakat merasa yakin bahwa jika ada upaya berkaitan dengan normalisasi maka hal itu bukan untuk mengkhianati perjuangan Palestina. Melainkan satu paket untuk membentuk negara Palestina merdeka dan berdaulat.
Kabar adanya isu normalisasi Indonesia-Israel disampaikan Antony Blinken dalam pertemuan dengan Retno Marsudi itu dilaporkan pertama kali oleh situs berita Axios. ***