Nganggur usai Perusahaan Pailit, Salmi Berjuang Rintis Usaha Kacang Cokelat 'Cangcomak' dari Resep Emak

Minggu, 5 Desember 2021 20:11 WIB

Share
Nganggur usai Perusahaan Pailit, Salmi Berjuang Rintis Usaha Kacang Cokelat 'Cangcomak' dari Resep Emak
Salmi Sufraini bersama produk kacang cokelat yang dia rintis bernama Cangcomak. (foto: poskota/cr02)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Merintis usaha mikro kecil menengah (UMKM) menjadi pilihan Salmi Sufraini (40) saat dirinya menjadi pengangguran lantaran perusahaan tempat dia bekerja bangkrut.

Padahal, sudah 18 tahun Salmi bekerja di perusahaan tersebut sebagai General Affair (GA). Tak putus asa, pada tahun yang sama, Salmi mencetuskan ide guna merintis usaha kacang cokelat.

Salmi menyebut merek usaha kacang cokelatnya bernama Cangcomak. “Kenapa disebut Cangcomak? Kepanjangan dari kacang cokelat emak, itu resep asli original dari ibu saya, makanya logonya tuh pakai foto ibu saya,” ungkap Salmi, dikutip Poskota.co.id, Minggu (5/12/2021).

Salmi menerangkan, usaha kudapan kacang cokelat yang dia kembangkan terinspirasi dari sang ibu atau emak dalam bahasa daerah.

Ibunya tiap setahun sekali membuat kudapan kacang cokelat, tepatnya ketika momen Lebaran Idulfitri tiba. Lantas, kacang cokelat menjadi camilan favorit keluarga.

“Ibu saya bikin hanya setahun sekali kalau pas Lebaran aja, itu dia bikin dari tahun 1965, sejak dia masih gadis, ibu saya sudah bikin itu (kacang cokelat),” ujar Salmi.

Dari situ, Salmi kembangkan kacang cokelat menjadi sebuah produk camilan.

Pada akhir 2018, dia membuat sekira 45 bungkus Cangcomak. Dengan kemasan yang standar terbuat dari kertas (standing pouch kraft paper).

“Awalnya dibikin dulu, masih pakai kemasan standar, terus resepnya dipastikan lagi, dimantapin lagi, akhirnya mulai tuh dijual ditawarin tapi masih ke teman-teman dekat,” ujar Salmi.

Usai menerima respons positif dari saudara atau teman dekat Salmi yang telah mencicipi Cangcomak, maka Salmi pun beranjak ke tahap selanjutnya. Dia ingin membuat usahanya lebih berkembang.

Halaman
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar