Waspada! Cuaca Ekstrem, BPBD Lebak Imbau Warga dan Nelayan Waspadai Gelombang Tinggi

Minggu, 28 November 2021 13:20 WIB

Share
Kepala Pelaksana BPBD Lebak Febby Rizki Pratama menunjukan siklon tropis Paddy (Foto/Poskota.co.id/yusuf)
Kepala Pelaksana BPBD Lebak Febby Rizki Pratama menunjukan siklon tropis Paddy (Foto/Poskota.co.id/yusuf)

LEBAK, POSKOTA.CO.ID - Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak mengimbau warga Lebak khususnya yang berada di wilayah pesisir laut untuk mewaspadai cuaca ekstrem yang dapat menimbulkan gelombang tinggi.

Peringatan tersebut menyusul prediksi BMKG bahwa akan terjadi cuaca ekstrem pada puncak musim penghujan akan terjadi pada akhir tahun 2021 ini.

"Cuaca ekstrem ini, selain berpotensi menyebabkan bencana alam banjir dan longsor, cuaca ini juga berpotensi menyebabkan adanya gelombang tinggi di laut. Untuk itu tolong diwaspadai, khususnya warga Lebak yang berada di wilayah Selatan," kata Pelaksana Tugas Kepala Pelaksana BPBD Lebak, Febby Rizki Pratama kepada Pos Kota, Minggu (28/11/2021).

Febby mengatakan, untuk saat ini kondisi diperairan Lebak selatan masihlah aman. Namun, Ia tetap meminta warga untuk selalu memperhatikan perkiraan cuaca, dan peringatan dari petugas, maupun pihak berwajib lainnya, karena gelombang tinggi yang disebabkan angin kencang, dapat terjadi kapan saja.

Lanjutnya, jika pihaknya sudah mengeluarkan peringatan dini tinggi gelombang, seperti ketinggian gelombang yang mencapai 2 sampai 4 meter, maka warga diminta untuk menjauhi daerah bibir pantai, dan nelayan diminta untuk tidak melaut terlebih dahulu. 

"Jika kami sudah mengeluarkan peringatan dini gelombang, maka tolong untuk dipatuhi dan selalu perhatikan arahan petugas, bahkan jika perlu ikuti protokol evakuasi," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, BPBD Lebak telah menetapkan status siaga darurat bencana alam untuk seluruh wilayah Kabupaten Lebak termulai bulan Desember hingga Februari 2021. Hal tersebut menyusul prediksi BMKG bahwa akan terjadi cuaca ekstrem pada puncak musim penghujan akan terjadi pada akhir tahun 2021 hingga awal tahun 2022. (Kontributor Banten/Yusuf Permana)

Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar