TANGERANG, POSKOTA.CO.ID - Forum Diskusi Wartawan Tangerang (FDWT) menggelar acara diskusi dengan tema Menata Tangerang Utara Sebagai Wajah Indonesia di Banten.
Acara diskusi yang dihadiri oleh para Pejabat Publik Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, Pengamat dan Tokoh masyarakat itu membahas mengenai arah dan dampak pembangunan kepada masyarakat yang berada di wilayah Tangerang Utara.
Pengamat Kebijakan Publik, Adib Miftahul, menegaskan bahwa pembangunan di wilayah pantura itu tidak lepas dari kata investasi.
Menurut Adib, terkadang para stakeholder atas nama investasi seolah membuka ruang dengan tidak memperhatikan jari-jari yang sudah ditetapkan, sehingga sering kali muncul isu tentang dugaan adanya mafia tanah.
"Investasi itu perlu, tapi jangan ugal-ugalan, investasi tidak harus menyakiti, jangan sampai rakyat menjadi korban," tegas Adib, Jumat (26/11).
Menurutnya, minimnya pengawasan yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Tangerang, membuat kepentingan masyarakat sering kali dikesampingkan mengatasnamakan kepentingan investasi.
"Kita tidak anti soal investasi, sepanjang bagaimana proses penataan di wilayah Pantura Kabupaten Tangerang ini betul-betul punya kemaslahatan bagi masyarakat yang ada di situ,"
Lebih lanjut dirinya mengatakan, hingga saat ini pun, Pemerintah Kabupaten Tangerang tidak memiliki kajian yang kompleks terkait sosial, ekonomi, budaya, keamanan di Pantura.
Sehingga isu isu di Pantura seperti dugaan mafia tanah terus bermunculan.
"Karna ya seperti itu, atas dalih pembangunan dan Investasi, akhirnya yang terjadi adalah dalam berbentuk itu, bahkan dugaan dugaan penyerobotan tanah," ujar
Padahal kata Adib, jika investasi mengacu kepada Pancasila dan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, maka hal-hal seperti dugaan perampasan tanah tidak akan terjadi seperti yang dirasakan oleh masyarakat Pantura pada saat ini.