ADVERTISEMENT

Aspem Jakpus: PNS Harus DIsiplin Dalam Masuk Kerja dan Jam Kerja

Selasa, 2 November 2021 23:49 WIB

Share
Asisten Pemerintahan Jakarta Pusat, Denny Ramdany saat melakukan pembinaan dan monitoring kinerja pegawai kelurahan di lingkungan Kota Administrasi Jakarta Pusat.
Asisten Pemerintahan Jakarta Pusat, Denny Ramdany saat melakukan pembinaan dan monitoring kinerja pegawai kelurahan di lingkungan Kota Administrasi Jakarta Pusat.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Pegawai Negeri Sipil (PNS)  harus disiplin dalam masuk kerja dan jam kerja.

PNS yang melakukan pelanggaran terhadap kewajiban masuk kerja dan menaati jam kerja, dapat dikenakan hukuman dengan ketentuan yang berlaku.

Asisten Pemerintahan Jakarta Pusat (Aspem Jakpus), Denny Ramdany menegaskan, sesuai PP 94 tahun 2021 tentang Disiplin PNS, yakni PNS harus disiplin masuk kerja dan jam kerja, jangan ada keterlambatan atau pulang cepat saat masuk kerja.

“Jika sering terlambat dan pulang cepat, nantinya akan diakumulasi kehadirannya, sebanyak 1.350 menit atau setara 3 hari kerja akan dikenakan hukuman disiplin, mengakibatkan terpengaruh pada e-Kinerja sehingga bisa tidak dapat TKD minimal satu bulan, “ jelas Denny saat melakukan pembinaan dan monitoring kinerja pegawai kelurahan di lingkungan Kota Administrasi Jakarta Pusat, di aula Kelurahan Bungur, Kecamatan Senen, Selasa ( 2/11/2021).

"Jadi saya himbau kepada para ASN di lingkungan Kota Administrasi Jakarta Pusat, tolong usahakan jangan sampai terlambat dan pulang cepat, karena ini terpengaruh pada e-Kinerja," tambahnya.

Lebih lanjut ia menuturkan, Pertemuan yang dilakukan ini bertujuan untuk bersilaturahmi sebagai bentuk satu keluarga sebab mereka dalam satu payung pemerintah Provinsi DKI Jakarta serta diatur oleh Pergub No.152 tahun 2019 tentang organisasi tata kerja Kota Administrasi Provinsi DKI Jakarta yang menyatakan walikota, camat dan lurah pergub adalah satu kesatuan.

"Jadi tugas walikota membina kecamatan, kecamatan harus membina kelurahan, nah inilah nuansa silaturahmi kita datang, bila kita pakai nota kedinasan nanti jadi kaku dan belum tentu bisa diterima oleh mereka," ujarnya.

“Dengan cara silaturahmi kita bisa bicara dari hati ke hati terkait kendala, permasalahan yang dihadapi, kita benahi supaya pelayanan dimasyarakat bisa baik dan berjalan lancar," pungkasnya. (cr-05)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT