ADVERTISEMENT

Korban Kecelakaan Bus TransJakarta Bagikan Kisah Pilu: Gak Nyangka Berangkat Kerja Justru Berujung Petaka

Selasa, 26 Oktober 2021 18:42 WIB

Share
Dadang (41), salah satu korban luka dalam kecelakaan bus Transjakarta yang terjadi pada Senin (25/10/2021) sekira pukul 08.45 WIB di dekat Halte Cawang Ciliwung, Jakarta Timur. (foto: cr02)
Dadang (41), salah satu korban luka dalam kecelakaan bus Transjakarta yang terjadi pada Senin (25/10/2021) sekira pukul 08.45 WIB di dekat Halte Cawang Ciliwung, Jakarta Timur. (foto: cr02)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Salah seorang korban luka dalam kecelakaan bus TransJakarta, Dadang (41) menceritakan kejadian nahas yang menimpanya beserta para penumpang lain, pada Senin (25/10/2021) sekira pukul 08.25 WIB.

Kondisi Dadang saat ini masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Budhi Asih, Cawang, Jakarta Timur.

Pria asal Garut, Jawa Barat itu tak menyangka perjalanan berangkat ke tempat kerja menggunakan Transjakarta dari Pluit, Jakarta Utara menuju Bekasi justru berujung petaka.

"Saya ada di bus yang di bagian belakang, bus yang menabrak Transjakarta di depannya. Sebelum kejadian itu bus jalan normal-normal saja," ungkap Dadang di RSUD Budhi Asih, Jakarta Timur, Selasa (26/10/2021).

Dia baru merasa janggal tatkala 300 meter sebelum mendekati Halte Transjakarta Cawang Ciliwung yang menjadi lokasi kecelakaan, sopir bus tidak tampak melakukan upaya pengereman sama sekali.

Menurut dia, sopir bus terus memacu kendaraan dalam keadaan kencang hingga menabrak bagian belakang bus Transjakarta lain yang sedang berhenti di halte itu.

"Saya juga aneh, kok sudah 300 meter sebelum halte tapi bus enggak mengerem juga. Tiba-tiba bus yang saya naiki menabrak, dari belakang itu saya terpental ke bagian depan bus," terangnya.

Dadang menyampaikan, selepas tubuhnya terpental hingga jatuh, dia pun sempat kesulitan bangkit karena bagian dadanya terasa sesak, sulit bernapas serta kepalanya pening.

Beruntung, setelah beberapa saat mengumupulkan tenaga, Dadang berhasil bangkit lalu keluar lewat pintu yang bagian kacanya terdampak benturan bersama penumpang lain.

Dadang keluar bus tanpa mengetahui sopir Transjakarta yang dia naiki tewas dalam kondisi terjepit setir kemudi, dan satu penumpang dalam bus yang sama tewas di lokasi kejadian.

"Pas bangun itu saya lihat semua penumpang di dalam bus masih tergeletak, luka, berdarah. Dari lokasi saya ditolong sampai akhirnya dibawa ke sini (RSUD Budhi Asih)," tuturnya.

Dua Orang Tewas 

Dua orang tewas dalam kecelakaan itu atas nama Jaenuri (45) sebagai sopir Transjakarta dan Dadang Suhendar (31) sebagai penumpang bus.

Jenazah keduanya sudah diserahkan ke pihak keluarga masing-masing dari Ruang Instalasi Forensik RS Polri Kramat Jati pada Selasa (26/10/2021) sekira pukul 03.00 WIB. 

Jenazah Jaenuri dibawa ke  Cianjur, Jawa Barat, sedangkan jasad Dadang Suhendar dibawa ke Rawa Bebek, Bekasi Barat. (Cr02/PKL04)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT