ADVERTISEMENT

Kriminolog UI Tanggapi Kasus Pembunuhan Ustad Alex: Otak Pembunuhan Melakukan Itu Terkait Harga Diri

Selasa, 28 September 2021 21:34 WIB

Share
Polisi saat memasang Police Line (garis polisi) di lokasi Ustaz Alex ditembak di Gempol, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang. (foto: Iqbal).
Polisi saat memasang Police Line (garis polisi) di lokasi Ustaz Alex ditembak di Gempol, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang. (foto: Iqbal).

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Kata Pakar Kriminolog Soal Kasus Pembunuhan yang Dialami Ustad Alex
Kriminolog UI Tanggapi Kasus Pembunuhan Ustad Alex: Otak Pembunuhan Melakukan Itu Terkait Harga Diri

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Pakar Kriminologi (Kriminolog) Universitas Indonesia (UI), Josias Simon menanggapi kasus pembunuhan ustad Alex di Tangerang beberapa waktu lalu.

Dalam kasus tersebut menurut polisi, diduga otak pelaku pembunuhan berinisial M, yang diduga telah menyewa orang dengan bayaran Rp60 juta jika berhasil membunuh ustad Alex.

Menurut Josias, M diduga nekat melakukan pembunuhan kepada ustad Alex lantaran kesal istrinya pernah disetubuhi oleh korban saat sedang melakukan konsultasi.

"Kemungkinan terkait harga diri yang dalam beberapa masyarakat dipegang teguh bahkan bahkan sampai mencari berbagai cara pembalasan," ujarnya dikonfirmasi Selasa (28/9/2021).

Meski begitu, namun kata Josias, polisi perlu menggali keterangan agar dapat mendapatkan titik terang kaitannya dengan motif pelaku yang sakit hati lantaran istri pelaku pernah disetubuhi korban.

Dikatakan Josias, dalam kasus ini, ada beberapa faktor yang menyebabkan pelaku nekat menyewa orang untuk membunuh ustad Alex.

Berdasarkan keterangan polisi, M diduga dendam dengan korban karena istrinya pernah berhubunhan badan.

Selain itu, dendam M semakin memuncak setelah mengetahui bahwa kakak iparnya ada hubungan dekat dengan korban.

Atas dasar tersebut, Josias menjelaskan bahwa dalam kasus ini, penyebab pelaku nekat merencanakan pembunuhan kepada korban karena banyak faktor.

Halaman

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT