ADVERTISEMENT

Gawat! Klaster Baru di Sekolah jadi Ancaman, Menkes: Jangan Takut, Kita Harus Belajar Hidup dengan Covid-19

Selasa, 28 September 2021 12:25 WIB

Share
Menkes Budi Gunadi Sadikin saat raker dengan Komisi IX DPR. (rizal/tangkapan layar)
Menkes Budi Gunadi Sadikin saat raker dengan Komisi IX DPR. (rizal/tangkapan layar)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Pemerintah saat ini telah mengizinkan pembukaan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di sekolah.

Namun berdasarkan catatan Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) per 20 September 2021, adanya laporan klaster Covid-19 baru.

Diketahui, dari 46.500 sekolah yang melaksanakan PTM, 1.296 di antaranya melaporkan klaster Covid-19 .

Menanggapi hal itu, Juru Bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi ungkapkan, semuanya harus berperan aktif menjaga prokes.

"Perlu kerja sama yang baik antara pihak sekolah, orang tua dan siswa. Protokol kesehatan sangat penting ditegakkan untuk menghindari penularan di komunitas termasuk sekolah," ujarnya dalam keterangan resminya dikutip, Kamis (23/9/2021).

Di sisi lain, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyebut kasus Covid-19  akibat sekolah tatap muka harus diselesaikan dengan cermat.

Meski timbulkan klaster baru, Budi menyebut sekolah tetap harus dibuka. Hal itu guna membiasakan hidup bersama dengan Covid-19.

"Kita harus belajar hidup dengan hal (Covid-19) ini. Jadi saya bicara dengan Pak Nadiem (Mendikbudristek) 'ya ini normal, kita harus belajar hidup dengan ini, jadi manajemen resikonya masih bagus, bukan kita takut atau menghindari," kata Budi, Senin (27/9/2021).

Budi mengatakan, jika sekolah terus ditutup, akan lebih banyak kerugian yang dialami seperti penurunan indeks SDM karena masih diterapkannya sekolah jarak jauh.

"Kita harus mulai pendidikan tatap muka ini karena longterm disbenefit kalau kita tunda, makanya kita fokus sekali melakukan advance surveilans untuk PTM ini," katanya.

Halaman

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT