Digugat Cerai Sang Istri, Pria Paruh Baya di Depok Tewas Gantung Diri di Pohon Cempedak

Minggu, 19 September 2021 10:51 WIB

Share
ILUSTRASI GANTUNG DIRI. Arif

DEPOK, POSKOTA.CO.ID - Seorang pria paruh baya ditemukan sudah tidak bernyawa gantung diri di pohon cempedak Jalan Situ Asih Kp. Pulo RT 06/08, Kelurahan Rangkapan Jaya, Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok, Minggu (19/9/2021) pagi.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun korban laki-laki SM, 52, ditemukan warga yang sedang jalan kaki melihat tubuh korban mengenakan sweater hijau celana bahan panjang coklat tergantung di pohon cempedak.

Menurut Kanit Reskrim Polsek Pancoran Mas, Ipda Abu mengatakan korban diketahui saksi-saksi gantung diri di pohon cempedak sekitar pukul 06.30 WIB.

"Korban SM, 52, gantung diri menggunakan tali rapia warna orange di batang pohon cempedak," ujarnya kepada Poskota usai olah TKP.

Mantan Panit Buser Polsek Pancoran Mas mengaku dari keterangan saksi Arifin, 51, Ketua RT, dan Rimawati, 52, masih kerabat korban diketahui dugaan korban bunuh diri lantaran digugat cerai sama istrinya.

"Korban mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri lantaran telah digugat cerai oleh istrinya. Selain itu informasi yang didapat istri korban sudah tidak serumah memicu korban diduga putus asa ditambah tidak bekerja di masa pandemi ini hingga nekad mengakhiri hidup dengan bunuh diri," ungkapnya.

Salat Subuh Berjamaah

Selain itu korban SM sebelumnya sempat berbicara dengan para DKM Musolah Al Hikmah di sekitar lokasi kejadian.

"Korban juga sempat melakukan salat subuh bersama di Musolah Al Hikmah dan ngobrol -ngobrol dengan pengurus DKM musolah setelah diketahui ada kejadian korban bunuh diri," papar Ipda Abu kepada Poskota.

Lantaran menganggap peristiwa gantung diri ini dianggap musibah oleh pihak keluarga, lanjut Ipda Abu, dengan membuat surat keterangan keberatan divisum langsung dikuburkan pihak keluarga.

"Hasil identifikasi korban di TKP tidak ada tanda kekerasan dan murni bunuh diri diliat keluar cairan dari bawah. Keinginan keluarga ingin langsung menguburkan korban di TPU terdekat," tutupnya. (angga/pkl02)

Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler