Presiden Menerima Kunjungan Kehormatan Menteri Luar Urusan Perdagangan UEA

Jumat 03 Sep 2021, 15:57 WIB
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi saat memberikan keterangan. (biro pers)

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi saat memberikan keterangan. (biro pers)

JAKARTA,POSKOTA.CO.ID - Presiden Joko Widodo menerima kunjungan kehormatan Menteri Luar Negeri Urusan Perdagangan Uni Emirat Arab (UEA) Thani bin Ahmed Al Zeyoudi di Istana Kepresidenan Bogor Bogor, Jawa Barat, Jumat (3/9/2021).

Dalam pertemuan tersebut yaitu Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi, dan Duta Besar Republik Indonesia untuk Persatuan Emirat Arab Husin Bagis.

Dalam pertemuan tersebut, Presiden menyaksikan penandatanganan Joint Ministerial Statement on the Launching of Negotiation for IUAE-CEPA. Peluncuran ini sekaligus menandai dimulainya perundingan putaran pertama IUAE-CEPA yang dilaksanakan pada 2-4 September 2021.

Dalam keterangannya, Mendag Lutfi mengatakan, M Lutfi mengungkapkan, bahwa jual beli kita (Indonesia - UEA) mencapai 2,9, miliar dolar AS. Rencananya setelah  penandatanganan kerja sama dalam bentuk Comprehensive Economic Partnership Agreement/IUAE-CEPA, paling tidak kita bisa menaikkan jual beli tersebut.

"Kita bisa menaikkan dua kali, atau tiga kali lipat angka tersebut," ungkap Lutfi dalam keterangannya yang ditayangkan melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden.

Lutfi mengaku merasa optimis bahwa angka jual beli antara Indonesia dan UEA karena beberapa bidang sangat menjanjikan. "Seperti saya laporkan kepada presiden bahwa Indonesia pada tahun 2020 menjual emas dan perhiasan emas sebesar 8,2 miliar dolar AS kepada UEA,"  terang Lutfi.

Ia menambahkan penjualan emas tersebut menjadikan Indonesia nomor 5 terbesar barang non-migas kita. "Dari angka tersebut 37 persen pergi ke negara transit dan negara transit tersebut memiliki perjanjian dengan UEA," ujar Lutfi.

Ia mengatakan hampir seluruhnya barang dagangan emas dan perhiasan emas dijual negara transit kepada UEA.

Mendag menegaskan  perjanjian perdagangan ini merupakan sesuatu yang sangat penting dan merupakan bagian dari anjungan atau jendela Indonesia untuk menjual ekspor ke negara-negara tujuan lain non-tradisional seperti di Afrika dan di jazirah Arab.

"Ini merupakan janji kita berdua antara saya dan Menteri Perdagangan di United Arab Emirates bahwa kita akan menyelesaikan ini berbasis dengan suatu persahabatan, mencari pertemanan baru, dan mencari bisnis dan dagangan baru kepada dua negara," ujar Mendag.

Untuk diketahui, peluncuran Perundingan IUAE-CEPA ditandai dengan penandatanganan Joint Ministerial Statement on the Launching of Negotiation for IUAE-CEPA. Peluncuran ini sekaligus menandai dimulainya perundingan putaran pertama IUAE-CEPA yang dilaksanakan pada 2-4 September 2021.

Berita Terkait

Anies, Ganjar atau Emil

Sabtu 04 Sep 2021, 06:06 WIB
undefined

News Update