JAKARTA, POSKOTA.CO.ID – Sampai dengan saat ini satu-satunya cara untuk menurunkan laju penyebaran dan menurunkan risiko kematian akibat Covid-19 adalah dengan cara disuntik vaksin.
Vaksinasi Covid-19 tentu saja sangat memiliki peran yang penting bagi menjaga tubuh manusia dari serangan virus tersebut.
Meskipun tidak secara efektif melindungi tubuh 100 persen tetapi langkah ini masih dapat membantu menurunkan penyebaran Covid-19.
Terlebih dengan melakukan vaksin Covid-19 dapat mengurangi tingkat keparahan pasien Covid-19 dan sebaliknya, jika seseornag terpapar Covid-19 lalu ternyata dia belum melakukan vaksinasi, maka kemungkinan besar kondisi paru-paru bisa semakin memburuk.
Tampak jelas saat paru-paru pasien Covid-19 dilakukan rontgen atau film sinar-X maka akan jelas perbedaan kondisi bagi yang sudah dan belum divaksinasi.
Biasanya seseorang yang belum divaksinasi perlu melakukan perawatan intensif demi mengobati infeksi yang menyebar hingga paru-parunya.
Melansir laporan dari laman Mail Online, Direktur ICU Medis di SSM Health Saint Louis University Hospital di Missouri, dr. Ghassan Kamel mengatakan bahwa dirinya sudah merawat ribuan pasien Covid-19 sejak Maret 2020 lalu.
Dia melihat adanya perbedaan jelas saat melihat Sinar-X paru-paru yang belum menerima vaksinasi ternyata hampir seluruhnya didominasi oleh warna putih.
Mengapa seperti itu? Menurutnya justru karena paru-paru sudah terkontaminasi oleh banyaknya virus sehingga memiliki jaringan parut yang kuat.
Terlebih kekurangan udara yang masuk ke dalam organ tubuh membuat kondisi paru-paru menjadi lebih parah lagi.
Akan tetapi jelas berbanding terbalik dengan paru-paru yang sudah divaksin Covid-19, justru hasil rontgen menunjukkan bahwa orang yang sudah divaksinasi memiliki banyak aliran udara dan bisa dikatakan hampir terbebas dari virus.
Jika paru-paru dipenuhi dengan cairan dan meradang maka akan menyebabkan berbagai macam komplikasi seperti pneumonia.
Kantung udara tak mampu mengambil oksigen yang masuk jika sudah terisi dengan banyak cairan dan mengakibatkan gejala seperti sesak napas dan batuk.
Selain itu sejumlah penelitian juga sudah menemukan kerusakan pada sel epitel yang melapisi saluran pernapasan dari hidung pasien Covid-19 ke paru-paru mereka. (cr03)