JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Konsultan Endokrin dan Fertility Rumah Sakit Umum (RSU) Bunda Jakarta, Dr. dr. Kanadi Sumapraja mengatakan hormon estrogen diproduksi baik laki-laki maupun perempuan. Namun pada perempuan, tingkat produksinya jauh lebih tinggi.
Secara general, kesehatan tubuh perempuan dipengaruhi akan adanya hormon estrogen. Beberapa peran hormon estrogen antara lain memengaruhi perubahan fisik dan mengatur pembentukan tulang.
Selain itu, menjaga kestabilan suhu tubuh, memengaruhi daya ingat dan siklus menstruasi. Adapun yang terakhir yakni mengatur kadar kolesterol tubuh.
"Hormon estrogen akan melindungi pembuluh darah sehingga tidak terjadi penyumbatan darah, mencegah munculnya kolesterol jahat dan masih banyak lagi," kata Dr. dr. Kanadi Sumapraja dalam acara soft launching layanan Endocrine Center RSU Bunda, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (26/5/2021).
Oleh karena itu, tak heran kalau jarang ditemui kasus perempuan yang memiliki masalah kolesterol jahat. Pasalnya produksi hormon estrogen yang tinggi akan mempertahankan kolesterol baik dan menyingkirkan kolesterol jahat.
"Juga kelainan-kelainan metabolik, seperti diabetes jarang sekali. Sepanjang hormon estrogennya masih baik," terangnya.
Lain halnya dengan perempuan yang memiliki hormon estrogen rendah. Perempuan dengan hormon estrogen rendah biasanya rentan memiliki masalah kesehatan.
"Mulai dari masalah jantung, pembuluh darah hingga metabolik juga meningkat," jelas dr. Kanadi.
Adapun faktor yang dapat membuat produksi hormon estrogen rendah, di antaranya kelainan genetik, riwayat masalah hormonal, atau penyakit tertentu.
Rendah atau tidak seimbangnya produksi hormon estrogen biasanya ditandai dengan menopause.
Rata-rata perempuan mengalami menopause pada usia 50 tahun. Namun ada pula para perempuan yang menopause kurang dari usia 30 tahun. Inilah yang disebut dengan menopause dini.
Untuk mencegah terjadinya menopause dini, maka perempuan wajib menerapkan pola hidup sehat. Di antaranya mengatur asupan makanan, berolahraga dan istirahat yang cukup.
Namun jika kelainan hormon estrogen terus berlanjut, disarankan mendapatkan penanganan medis.
"Kalau ada kelainan maka harus segera diidentifikasi, meskipun semuanya tidak dapat dicegah," tandasnya.
Salah satu layanan medis yang dapat menangani berbagai masalah kelainan hormon estrogen yakni pusat endokrin atau Endocrin Center. Kini layanan tersebut tersedia di Rumah Sakit Umum (RSU) Bunda, Menteng, Jakarta.
Endocrine Center adalah pusat pemeriksaan endokrin yang mendiagnosis pasien yang menderita penyakit terkait hormon. Kondisi medis terkait hormon termasuk gangguan metabolik, reproduksi, persepsi sensori dan respirasi.
Dr. Feronika selaku Direktur RSU Bunda Jakarta menjelaskan bahwa RSU Bunda Jakarta terus memiliki komitmen untuk senantiasa memberikan mutu dan pelayanan terbaik bagi pasiennya.
“Kami sangat antusias dan bangga dapat menghadirkan Pusat Layanan Terbaru yang inovatif dan terintegrasi di RSU Bunda Jakarta di tahun 2021 bernama ‘Endocrine Center’ yang sangat bermanfaat untuk mengetahui penyakit terkait hormon," imbuh Dr. Feronika.
"RSU Bunda Jakarta senantiasa mengembangkan layanan kesehatan ‘Endocrine Center’ sebagai pusat perawatan dan pemeriksaan kesehatan yang nyaman dan inovatif," pungkasnya. (cr07)