PANDEGLANG, POSKOTA.CO.ID – Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Pandeglang Suaedi Kurdiatna angkat bicara soal adanya nelayan asal Pandeglang yang hilang diterjang ombak besar di perairan Sumur, Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang, pada Rabu (10/3/2021) lalu.
"Saya sangat prihatin dan sedih lagi-lagi musibah laka laut menimpa Nelayan," katanya, Jum'at (12/3/2021).
Karena itu ia mengimbau kepada Nelayan, saat hendak melaut lengkapi diri dengan pelampung.
“Kadang-kadang para Nelayan tidak antisipasi terjadi kecelakaan dengan alasan Ribet (membatasi ruang gerak), kalau ada pelampung minimal ada pengaman," imbuhnya.
Baca juga: Hari Kedua Pencarian, Tim SAR Tak Kunjung Temukan Nelayan Hilang Asal Pandeglang
Ia juga mengingatkan, kepada para Nelayan untuk memiliki asuransi nelayan, hal itu perlu dilakukan guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.
"Hal ini untuk mengurangi beban keluarga jika terjadi musibah seperti ini. Sebelum melaut perhatikan kondisi laut jangan nekad apabila memang cuaca buruk, tengah terjadi gelombang tinggi dan cuaca tidak memungkinkan," katanya.
Plt. Kepala Bidang Perikanan Nuridawati Yanuar menambahkan, kalau dirinya selalu mengupdate informasi di Grup Whatsapp Manajer TPI dalam sehari saja 2-3 kali menginformasikan update cuaca dari BMKG.
"Hal ini agar para manajer menyampaikan kepada para nelayan bukan sekedar asal kirim-kirim saja. Memang kejadian seperti ini diluar kendali kita, setidaknya jika para nelayan mengetahui informasi cuaca terkini akan lebih berhati-hati lagi dan mempertimbangkan apakah turun melaut atau tidak," katanya.
Baca juga: Nelayan Hilang Diterjang Ombak Besar Lagi Kumpuli Modal untuk Pesta Nikah Anaknya
Sementara itu, Manajer TPI (Tempat Pelelangan Ikan) Taman Jaya Kecamatan Sumur Boya, saat dihubungi menuturkan, sampai saat ini korban belum ditemukan dan proses pencarian oleh para Nelayan dan Pol Air terus dilakukan.