Download E-Paper

Menjadi Satpam Tapi Malah Bikin Tak Aman Istri Warga

Rabu, 23 Desember 2020 - 07:30
Nah ini dia.

SEBAGAI Satpam, Parjo, 40, kerja melebihi kapasitas. Dia tidak hanya mengamankan situasi di sebuah kompleks, tapi justru malah “mengamankan” bini tetangganya, Utami, 33. Tentu saja suaminya, Kamidi, 37, tidak terima. Pas Parjo pulang piket, langsung dihantam besi berkali-kali. Ya wasalamlah!

Orang tidak bisa kerja, mesti dimutasi, kalau menteri ya direshuffle seperti yang terjadi di Istana kemarin. Tapi jika orang mampu kerja di bidangnya, tapi selewengan mengerjakan bidang lain sehingga over kapasitas, layak dimutasi juga. Tapi ketika mengerjakan bidang lain itu sampai mengerjai bini tetangga, tentu saja bikin sakit hati suaminya. Maka oleh suami si wanita yang dikerjai, mutasi itu ada yang berupa dipindahkan ke alam baka, alias dibunuh.

Nasib malang ini dialami oleh Satpam perumahan, di daerah real estate Kenjeran, Surabaya. Namanya Parjo, tinggalnya di Mulyorejo, Surabaya. Sebagai Satpam kerjanya cukup bagus, dia rajin kontrol ke gang-gang perumahan, sehingga orang mau berbuat jahat tak ada kesempatan. Pokoknya perumahan tempat Parjo selalu aman jauh dari tindak kejahatan.

Baca juga: Ketangkap Basah Warga Kekasih Diaku Familinya

Tapi di sisi lain, di rumah sendiri Mas Satpam ini diam-diam justru demen “mengamankan” bini tetangga. Utami yang menjadi istri sah Kamidi lengkap dengan STNK dan BPKB-nya, suka diisengi dan diganggui. Kebetulan Utami ini hanya baik di nama, tapi tidak utama perilakunya. Bagaimana tidak, sudah ada suami, digoda oleh Satpam saja langsung bertekuk lutut dan berbuka paha.

Lama-lama skandal ini tercium oleh Kamidi. Pasti marahlah dia, karena Utami juga membenarkannya. Tapi ketika diberi opsi pilih mana, ternyata dia memilih yang lain saja, yakni cerai. Padahal sudah ada anak dan itu ternyata tak bisa ditawar-tawar lagi. Ketimbang setiap hari bini merengek minta cerai, ya sudahlah rumah tangga yang sudah dibina selama 9 tahun lamanya itu pecah kongsi.

Sejak bercerai dari istrinya, Kamidi merasa hidupnya gagal tanpa makna. Anak-anak ikut istri, rumah sebagai asset sudah dijual dibagi dua. Kini dia hidup tinggal di rumah kontrakan, tiap malam tidur gedabigan nggak keruan karena tak ada “hiburan” malam lagi. Benar-benar merasa kesepian jadinya. Sedangkan mau kawin lagi, selama musim Ciovid-19 kan harus jaga jarak juga sama istri. Kan percuma!

Baca juga: Tengah Asyik Kencani Janda Kepala Somplak Dicangkul

Nasib ngebelangsak ini ujung-ujungnya ditimpakan pada Parjo Satpam yang telah merusak kebahagiaan rumahtangganya. Dia kini menjadi demikian dendam. Andaikan istri tak diganggu Parjo, niscaya rumahtangganya tetap bahagia nan sejahtera. “Parjo memang brengsek,” maki Kamidi.

Setan pun lewat dan membisikan kata hasutan, “Sudah, habisin saja dia! Pukul dulu urusan belakang!” Dalam kondisi jiwa yang labil dan ekonomi juga nggak stabil, Kamidi pun termakan bisikan setan. Karenanya dia bertekad, cepat atau lambat Parjo harus menebus dosa-dosanya dari tangan Kamidi.

Nasib malang itu terjadi menjelang malam, saat Parjo baru pulang kerja. Begitu masuk ke kampungnya sudah dicegat Kamidi. Mas Satpam yang mengendarai motor dengan kecepatan sedang, langsung dihantam potongan besi hingga ambruk. Karena Parjo tak menduga kejadian tersebut, langsung saja ambruk. Tapi kemudian disusul oleh pukulan bertubi-tubi, tanpa bisa melawan. “Tolong, tolong…..!” ujarnya di ujung ajal.

Baca juga: Uang Belanja dari Suami Dialirkan untuk PIL-nya

Warga datang Kamidi sudah kabur, dan Parjo pun dilarikan ke RSUD Sutomo, tapi meninggal –wafat istilah wartawan sekarang– beberapa jam dalam perawatan. Polisi memburu Kamidi yang kabur ke Bangkalan tempat asalnya. Dalam pemeriksaan dia mengakui sakit hati, rumahtangga berantakan gara-gara istri diganggu dia.

Ngebalangsak karena istri, sedang Rhoma Irama dulu melarat karena judi. (JPNN/Gunarso TS)

Latest Comments

  • {{comment.name}} {{comment.created_at}}

    {{ comment.comment }}

Belum ada komentar.

REKOMENDASI



IKLAN BARIS

-->