Download E-Paper

Stok Darah Golongan AB di PMI Jakarta Timur Menipis

Sabtu, 21 November 2020 - 16:01
Kantor PMI Jakarta Timur. (ist)

JAKARTA - Gerakan donor darah yang sebelumnya terus digalakkan, akhirnya membuat pasokan mulai aman. Namun satu jenis golongan darah AB stoknya menipis di Palang Merah Indonesia (PMI) Jakarta Timur, dan berharap warga kembali mendonorkan darahnya. 

Kepala Seksi Humas dan Komunikasi PMI Jakarta Timur, Agus Bastian mengatakan, setelah sebelumnya pasokan darah sulit ditemukan akibat pandemi Covid-19, kini sudah mulai kembali aman.

Namun, untuk pasokan darah golongan AB mulai menipis. "Stok terus berkurang karena golongan itu banyak dibutuhkan," katanya, Sabtu (21/11).

Baca juga: PMI Jaksel Krisis Stok Tiga Golongan Darah, Warga Diimbau Mau Donor

Dikatakan Bastian, akibat stok darah yang terus menipis hingga tak bisa memenuhi permintaan masyarakat. Kalau pun ada, stok tersebut hanya untuk beberapa hari kedepan. "Saat ini stok darah memang menipis, dan tidak bisa memenuhi permintaan masyarakat," ujarnya.

Dengan semakin menipisnya pasokan, ia pun meminta masyarakat yang memerlukan golongan darah AB untuk membawa penggantinya juga.

Ia juga mengajak masyarakat untuk terus mendonorkan darahnya demi membantu orang lain. "Kalau untuk stok darah golongan A, B maupun O, alhamdulilah masih stabil," ungkapnya.

Baca juga: Peringati Hari Pahlawan, Pegawai Pemkot Jakut Donor Darah ke PMI

Sebelumnya, akibat pandemi Covid-19, pasokan darah yang ada di PMI DKI terus menurun lantatan tak ada masyarakat yang mendonorkan darahnya. Dan donor darah yang dilakukan TNI pada Oktober lalu, pasokan itu akhirnya dirasa aman.

"Karena kami sendiri harus menyiapkan darah untuk kebutuhan 194 rumah sakit yang ada di DKI," kata Ketua PMI DKI Jakarta, Rustam Effendi.

Menurutnya, di Jakarta sendiri setiap harinya memerlukan darah minimal 1000 kantong. Dan saat ini pasokan yang tersedia hanya berkisar 700 kantong darah segar.

Baca juga: Pemkot Jakarta Utara Targetkan Bulan Dana PMI Tahun 2020 Sebesar Rp3 Miliar

"Stok di Jakarta hanya 700 padahal sehari, dan perlunya 1000. Jadi stok minimum 3000, karena apabila tiba-tiba ada masalah bisa diatasi dengan baik. Makanya kita bersiap atas kebutuhan darah," ungkap Rustam. (Ifand/win)

Latest Comments

  • {{comment.name}} {{comment.created_at}}

    {{ comment.comment }}

Belum ada komentar.

REKOMENDASI



IKLAN BARIS

-->