Download E-Paper

Antisipasi Kebakaran Padat Penduduk, Warga Ciracas Siapkan Hidran Mandiri

Sabtu, 21 November 2020 - 17:34
Latihan penganggulangan kebakaran di RW 10 Ciracas dengan hidran mandiri. (ist)

JAKARTA – Untuk mencegah kebakaran di lingkungan padat penduduk, warga RW 10 Kelurahan Ciracas, Jakarta Timur, memiliki hidran mandiri. Sebuah tempat penampungan air yang berkapasitas 48 kubik air itu pun disiapkan bersama selang sepanjang 480 meter. 

Lurah Ciracas, Rikia Marwan mengatakan, hidran mandiri di RW 10 dibangun oleh Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta.

Hal sebagai upaya penanganan awal jika terjadi kebakaran di lingkungan tersebut. "Pembangunan itu pun dilakukan pada tahun lalu, dan saat ini sudah bisa digunakan," katanya, Sabtu (21/11).

Baca juga: Hidran Tak Berfungsi, 200 Kios di Pasar Bekasi Ludes Diamuk Api

Dikatakan Rikia, dibangunnya hidran mandiri tersebut, karena di lokasi tersebut merupakan wilayah yang padat penduduk. Saking padatnya, mobil pemadam pun sulit untuk bisa masuk ke lokasi.

"Karena di RW 10 itu hanya gang-gang sempit, jadi diputuskan untuk menyiapkan hidran mandiri," ujarnya.

Dengan adanya hidran mandiri itu, diharapkan ketika terjadi bencana kebakaran penanganan cepat bisa segera dilakukan.

Baca juga: Warga Ciracas Dapat Pelatihan Pemadaman Kebakaran

Tanpa harus menunggu mobil pemadam yang datang, diharapkan api bisa segera diatasi dan tak menyambar bangunan lain. "Meski begitu kami berdoa bencana itu tidak datang, dan ini juga sebagai upaya antisipasi," ungkapnya.

Sementara itu, Kasi Ops Sudin Gulkarmat Jakarta Timur, Gatot Sulaeman menambahkan, hidran mandiri di sekitar RW 10 untuk satu titik kapasitas air berjumlah 48 kubik. "Dan di lokasi itu sendiri disiapkan 8-11 titik hidran yang bisa digunakan dalam penanganan kebakaran," ujarnya.

Gatot menambahkan, dalam setiap satu boks hidran tersedia selang sepanjang 60 meter yang bisa menjangkau pemukiman warga. Sehingga bila terdapat delapan titik jangkauan total selang bisa mencapai 480 meter.

Baca juga: Ditinggal Kerja, Bocah Tewas Terjebak di Kamar Mandi Saat Rumahnya Kebakaran

"Jarak antara setiap boks hidran mandiri ke lainnya, berkisar 100 meter, sementara dalam setiap boks hidran terdiri dari nozzle dan selang," sambungnya.

Untuk sumber air yang digunakan dalam pemadaman, kata Gatot, menggunakan air tanah dengan disiapkan tangki penampungan. Nantinya air akan dipompa lalu masuk ke reservoir sejumlah 48 kubik.

"Mudah-mudahan dengan adanya hidran mandiri, penanganan kebakaran di lokasi padat bisa ditangan dengan baik," ungkapnya.

Baca juga: Pemukiman Padat Penduduk di Jatinegara, Dilalap Si Jago Merah

Sebelumnya, kata Gatot, pihaknya juga sudah memberikan pelatihan bagi para ketua RT dalam penanganan kebakaran di RW 10 tersebut.

Pelatihan dimaksudkan agar saat terjadi kebakaran dan unit mobil pompa terkendala menuju lokasi warga bisa melakukan pemadaman awal. "Pelatihan pengoperasian hidran ini sendiri diikuti seluruh Ketua RT dan pengurus RW 10," pungkasnya. (Ifand/win)

 

Latest Comments

  • {{comment.name}} {{comment.created_at}}

    {{ comment.comment }}

Belum ada komentar.

REKOMENDASI



IKLAN BARIS

-->