Download E-Paper

Hidran Tak Berfungsi, 200 Kios di Pasar Bekasi Ludes Diamuk Api

Sabtu, 14 September 2019 - 07:26
BEKASI - Sedikitnya 200 kios dan lapak di Pasar Baru Bekasi Jalan Juanda Durenjaya, Bekasi Timur, ludes dimangsa api, Jumat (13/09/2019) malam. Lambatnya penanganan pemadaman dan pendinginan lokasi kebakaran, disesalkan Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi, yang meninjau langsung upaya penanggulangan kebakaran. Aceng Solahudin, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran, mengatakan semua hydran dan sensor panas tidak berfungsi akibat rusak. "Semuanya tidak berfungsi sehingga pemadaman berlangsung lama," ujar Aceng. Aceng mengatakan selain unit pemadam kebakaran dari Kota dan Kabupaten Bekasi, pemadam dari Jakarta Timur juga dikerahkan, namun pemadaman baru selesai setelah dua jam. Rahmat Effendi, Wali Kota Bekasi memimta pihak pengelola maupun Unit Pelaksana Teknis (UPT), segera mengevaluasi perlengkapan alat pemadam api, sensor panas dan hydran. "Bukan hanya pasar saja tetapi semua gedung, apartemen dan pusat-pusat perbelanjaan," jelas Pepen, sapaan akrap Rahmat Effendi. Sementara itu, pihak pengelola mengaku belum memhetahui kerugian akibat musibah itu, "Belum tahu berapa kerugian, yang pasti banyak," ujar Engkus Kusnadi, Direktur PT Bangun Prima Lestari, selaku pihak ketiga yang membangun Pasar Baru. Wali Kota bersama Tri Adhianto, Wakil Wali Kota Bekasi menimjau lokasi kebakaran dan sempat melihat sejumlah kios dari kejauhan dan sempat memerimtahkan petugas pemadam melakukan penyiraman. Sedangkan Pemerintah Kota Bekasi, menurut Tri Adhianto akan melalukan relokasi kepada pedagang yang kios dan lapaknya terbakar. "Langkah pertama mendata korban dan kemudian merelekoasi mereka supaya dapat berjualan kembali," jelas Tri Adhianto. Hingga Sabtu (14/09/2019), asap masih memgepul dari dalam pasar dan sejumlah petugaa kepolisian dari Polsek Bekasi Timur dan Polrestro Bekasi Kota, sudah memasang garis polisi. (saban/yp)

Latest Comments

  • {{comment.name}} {{comment.created_at}}

    {{ comment.comment }}

Belum ada komentar.

REKOMENDASI



IKLAN BARIS

-->