Download E-Paper

Tol Listrik Jalur Barat Operasi, Tingkatkan Pendapatan PLN hingga Rp137 M per Tahun

Jumat, 23 Oktober 2020 - 15:53
Tol listrik interkoneksi Sulbar-Sulteng. (ist)

JAKARTA -  PLN terus meningkatkan keandalan listrik di seluruh pelosok tanah air. Guna mempersiapkan keandalan listrik bagi wilayah Sulawesi utamanya Sulawesi Tengah, PLN merampungkan pembangunan Interkoneksi Sistem Kelistrikan dari Sulawesi Selatan (Sulsel), Sulawesi Barat (Sulbar) sampai dengan Sulawesi Tengah (Sulteng). 

Keberhasilan ini ditandai dengan pemberian tegangan serta pengoperasian perdana terhadap jaringan transmisi bertegangan 150 kilo Volt (kV) yang terbentang dari Gardu Induk (GI) 150 kV Mamuju Baru di Kabupaten Mamuju sampai dengan GI 150 kV Topoyo di Kabupaten Mamuju Tengah. Menyusul beroperasinya transmisi 150 kV Topoyo-Pasangkayu dan GI 150 kV Topoyo pada 3 Oktober 2020.

"Pemberian tegangan perdana berhasil dilakukan pada Kamis, 22 Oktober 2020, pukul 02.22 WITA," tutur Direktur Bisnis Regional Sulawesi, Maluku, Papua dan Nusa Tenggara PLN, Syamsul Huda, Jumat (23/10/2020).

Baca juga: Selesai Uji Coba, Bus Listrik EV1 Penuhi Standar Transjakarta

Interkoneksi Sulbar-Sulteng ini merupakan salah satu bentuk komitmen PLN terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat, apalagi di masa kebiasaan baru saat pandemi sekarang. 

Huda berharap, dengan peningkatan keandalan, PLN semakin siap menopang kebutuhan listrik bagi segenap masyarakat serta investasi di Pulau Sulawesi sebagai gerbang Kawasan Timur Indonesia (KTI). 

Interkoneksi Sulbar-Sulteng terdiri dari 534 menara yang melintas sepanjang 370,16 kilo meter sirkuit (kms) dari Kabupaten Mamuju, Mamuju Tengah, Mamuju Tengah sampai dengan Mamuju Utara. 

Baca juga: PLN-KPK Amankan Aset Negara Senilai Rp2,5 Triliun di Bali

Secara teknis, Interkoneksi jaringan ini akan membantu evakuasi daya Sulteng yang sebelumnya hanya ditopang melalui jaringan transmisi Poso - Sidera. Selain berada pada kondisi yang rawan terkena abrasi sungai, jaringan transmisi Poso–Sidera juga memiliki akses yang sulit untuk dilakukan pemeliharaan. 

“Selain meningkatkan kapasitas pasokan, mutu dan keandalan sistem kelistrikan di Sulawesi Barat-Sulawesi Tengah, secara finansial dengan beroperasinya tol listrik interkoneksi Sulbar-Sulteng, berpotensi meningkatkan pendapatan PLN sebesar Rp137,8 miliar per tahun atau Rp377 juta per hari,” imbuh Huda.

PLN juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh stakeholder terkait, utamanya segenap masyarakat, Pemerintah Provinsi Sulbar, Kejaksaan Tinggi Sulbar, Polda Sulbar, Kodam XIV/Hasanuddin, rekan media dan seluruh insan PLN yang telah bersinergi dalam mewujudkan infrastruktur ketenagalistrikan ini.

Baca juga: PLN Nyalakan Kembali Listrik Terdampak Banjir di Ambon

Selain merupakan salah satu pembangunan prioritas PLN, pembangunan Interkoneksi Sulbar - Sulteng juga termasuk dalam Proyek Strategis Nasional. Guna menopang kebutuhan listrik bagi segenap masyarakat serta potensi investasi yang berlimpah di seluruh pelosok negeri, PLN senantiasa mengerahkan seluruh daya serta upaya yang dimiliki. (rizal/ys)

Latest Comments

  • {{comment.name}} {{comment.created_at}}

    {{ comment.comment }}

Belum ada komentar.

REKOMENDASI



IKLAN BARIS

-->