Download E-Paper

Sudarsa Mampu Kuliahkan Anak Lewat Bertanam Genjer

Minggu, 18 Oktober 2020 - 16:21
Sudarsa di lahan pertanian genjernya. (yahya)

BEKASI – Di tengah pesatnya perkembangan di kawasan Kelurahan Perwira, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi, masih ada sejumlah orang  yang memilih menjadi petani. Seperti yang dilakukan Sudarsa,48, yang telah menggarap lahan seluas 2.300 meter untuk ditanami genjer sejak 2016 lalu. 

Lahan pertanian garapan Sudarsa ini sendiri berada tak jauh dari Jalan Raya Kaliabang, persisnya di belakang Masjid Hasbiallah. Dan siapa yang menyangka, genjer kini banyak diminati masyarakat untuk diolah sebagai sayur atau menu lainnya.Harga jual genjer pun lumayan tinggi dengan masa panen cukup singkat yakni setiap satu minggu sekali.

Di lahan seluas 2.300 hektar Sudarsa setiap minggu mampu menghasilkan sebanyak 250 gabung di mana  satu gabungnya  berjumlah 10 ikat. ”Saya jual ke pasar satu gabung  Rp9ribu, bisa dihitung sendiri berapa omset yang saya dapat setiap kali panen,” kata Sudarsa saat ditemui Pos Kota di lahan garapannya di Jalan Kaliabang, Kecamatan Bekasi Utara,Minggu (18/10/2020).

Baca juga: Akibat Terkena PHK, Hari Beralih Jadi Pedagang Sate Padang Mak Andah

Dari  hasil bertani genjernya itu,bapak satu anak ini selain bisa menghidupi keluarga dan orangtunya,  Sudarsa juga mampu mengkuliahkan putri sulungnya di salah satu perguruan tinggi swasta di Bekasi.

“Baru masuk ,ngambil jurusan  informatika,”  tutur pria asli Bekasi ini. Bertani bukan lah baru bagi Sudarsa, sejak kecil dirinya sudah terbiasa mengikuti orangtua nya bertani. 

“Saya dari keluarga petani karena orangtua saya juga petani. Makanya keahlian saya cuma bertani,” lanjutnya.

JATUH  BANGUN

Namun ada proses yang dilalui Sudarsa hingga dirinya bisa menjadi petani genjer sukses seperti sekarang ini. “Sebelumnya saya melihat kalau harga genjer di pasaran lumayan bagus dan tetap stabil,tidak seperti harga sayuran lain yang turun naik. Makanya saya langsung mencoba  bertani genjer,” ucapnya,

Di lahan seluas 2.300 meter  yang disewanya sebesar Rp16 juta pertahun,  Sudarsa dibantu istri mulai  menekuni budidaya genjer.  “Ada juga kendalanya, sering kali panen banyak genjer yang gagal tak layak jual. Pokonya jatuh bangun kami menamam genjer” tuturnya lagi.

Hingga akhirnya berkat keuletan dan ketekunannya,Sudarsa mampu beradaptasi dan menguasai proses bertanam genjer hingga menghasilkan genjer yang berkualitas dan memiliki harga jual tinggi. Kini selain di Kaliabang, Sudarsa juga memiliki lahan pertanian genjer lainnya di Sukatani,Kabupaten Bekasi.

"Total ada sekitar 7 hektar di tiga tempat, makanya setiap hari saya bisa panen dan kirim karen saya atur waktunya, misal di Bekasi Utara panen hari Kamis sama Jumat, terus di Sukatani panen hari Sabtu sama minggu, terus bergilir aja," paparnya.

Dari usaha budidaya genjer tersebut, Sudarsa mengaku cukup memiliki keuntungan yang lumayan. Jika dihitung dari hasil kotor, dalam sebulan dia mampu menghasilkan uang sebanyak Rp31 juta dari keseluruhan 7 hektar lahan genjer yang ia kembangkan.

"Itu baru hasil kotor, kita kan juga tiap hari perlu biaya tukang panen, biaya ngirim, biaya perawatan, sama sewa lahan juga semua saya sewa bukan milik sendiri," terangnya. (yahya/tha)

Latest Comments

  • {{comment.name}} {{comment.created_at}}

    {{ comment.comment }}

Belum ada komentar.

REKOMENDASI



IKLAN BARIS

-->