Cirebon Merah Membara Covid-19, Anggota DPR Ini Tebar Paket Alat Cuci Tangan

Minggu 06 Sep 2020, 20:39 WIB
Anggota Komisi IX DPR, Netty Prasetiyani Aher. (ist)

Anggota Komisi IX DPR, Netty Prasetiyani Aher. (ist)

JAKARTA - Anggota Komisi IX DPR Netty Prasetiyani Aher, menggelar sosialisasi pencegahan Covid-19  dan pemberian bantuan paket alat cuci tangan untuk lembaga pendidikan dan rumah ibadah di kota Cirebon.

"Penanganan Covid-19 membutuhkan kolaborasi optimal antara pemerintah dan masyarakat. Pemerintah harus menunjukkan pengelolaan pandemi secara efektif dan masyarakat perlu terus meningkatkan partisipasinya. Kegiatan sosialisasi   protokol kesehatan masyarakat dalam adaptasi kebiasaan baru  merupakan upaya  kolaborasi melawan Covid-19," ungkap Netty di Gedung Korpri, Kota Cirebon.

Kegiatan  sosialisasi  yang merupakan kerjasama Kementerian Kesehatan dan Komisi IX DPR RI ini dibuka secara resmi oleh Wakil Wali Kota Cirebon, Eti Herawati. "Saya berterima kasih kepada Kementerian Kesehatan dan Komisi IX DPR yang telah membantu Pemkot  Cirebon memberikan sosialisasi pencegahan penularan Covid-19  kepada masyarakat," ujar Eti, Minggu (6/9/2020).

Wakil Ketua  Fraksi PKS ini menambahkan, "Ayo, kita lawan Covid-19 dari  rumah dengan gerakan 3 M, memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, dan menga jarak. Kita pastikan  setiap anggota keluarga saling menjaga dan melindungi." imbuhnya,

Menurut situs pemerintah, per 5 September 2020, tercatat 105 kasus terkonfirmasi positif  Covid-19 di kota Cirebon. "Cirebon sudah merah membara, jangan  kita biarkan kondisi ini memburuk. Dibutuhkan kesiapan dan kesigapan setiap elemen di Kota Cirebon untuk melandaikan  kurva Covid-19. Pemerintah pusat dan  daerah harus membuat kebijakan yang benar dan efektif agar berdampak signifikan pada penurunan kasus. Jika pemerintah  dipercaya masyarakat, maka setiap kebijakannya akan ditaati," ujarnya.

Dalam kesempatan acara yang dihadiri masyarakat dengan  penerapan protokol kesehatan ini,  Netty meminta pemerintah kota memastikan  ketersediaan  fasilitas  layanan kesehatan  yang memadai, dukungan pada para tenaga kesehatan dalam melaksanakan tugasnya, bantuan pada masyarakat terdampak serta memastikan tidak terjadi klaster baru penularan Covid-19. (rizal/ruh)

News Update