Lantik tujuh pejabat, Anies minta pejabat baru untuk bergerak cepat mengatasi pandemi Covid-19.

Induk

Lari Kencang Kejar Ketertinggalan

Sabtu 05 Sep 2020, 06:00 WIB

SITUASI begitu cepat berubah. Ibarat traffic light ( lampu lalu lintas), dari hijau berubah merah, sebentar kuning, hijau lagi, kuning lagi dan merah lagi.

Itulah gambaran penyebaran virus Corona saat ini. Kita tak tahu pasti kapan pandemi sirna dari negeri ini.

Di tengah situasi seperti ini, diperlukan gerak cepat dalam mengambil keputusan. Itulah yang harus dilakukan para pejabat negeri, di tingkatan manapun.

Itu pula pesan yang disampaikan Gubernur Anies Badwedan ketika melantik tujuh pejabat di lingkungan Pemprov DKI Jakarta, Jumat (4/9/2020) kemarin.

Apa yang dipesankan Anies sangat mendasar, mengingat warga Jakarta yang terpapar virus mematikan itu terus bertambah.

\Persoalan bukan sebatas kepada upaya mencegah penyebaran, tetapi dampak penyebaran.
Mencegah saja masih sulit karena kita tidak tahu pasti kapan penularan terjadi. Belum lagi beragam problema yang menyertainya.

Di sinilah perlunya gerak ekstra cepat dari pejabat dalam mengambil langkah tepat.
Keraguan dalam bertindak, boleh jadi akan menambah panjang daftar masalah yang bakal dihadapi.

Lebih baik bertindak cepat dengan menanggung satu risiko, tetapi persoalan terselesaikan, ketimbang diam tidak bergerak, persoalan kian rumit. Belum lagi risiko yang harus dihadapi.

Kita tentu tak ingin tertinggal jauh mengatasi pandemi. Tak ingin berlama - lama pandemi menerpa negeri ini.

Karenanya kita sepakat dengan pendapat agar para pejabat lari kencang mengejar ketertinggalan. Lari kencang untuk segera mencapai tujuan yang dicita- citakan. Lari kencang menciptakan peluang mengatasi pandemi, mencarikan solusi setiap masalah tang terjadi.

Lari kencang dimaksud adalah tidak menunda penyelesaian masalah, tidak pernah ragu mengambil kebijakan, tidak takut menghadapi risiko. Dan, tidak alergi terhadap kritikan demi perbaikan. Tidak takut pula jika disalahkan.

Tentu, lari kencang tidak menabrak aturan. Tidak pula sewenang - wenang karena merasa memiliki kekuatan yang didukung legalitas kekuasaan. (*).

Tags:
IndukInduk OpiniLari KencangKejar Ketertinggalan

Reporter

Administrator

Editor