POSKOTA.CO.ID - Bantuan saldo dana bansos Program Keluarga Harapan (PKH) tahap 2 tahun 2025 segera disalurkan dalam waktu dekat untuk para Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dengan nominal yang ditentukan.
Saldo dana bansos ini akan disalurkan kepada KPM dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK) Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP) yang terdaftar di Data Tunggal Sosial Ekonomi (DTSEN) dan juga SIKS-NG.
Untuk terdaftar di DTSEN dan juga SIKS-NG para KPM wajib untuk lolos survei yang dilakukan oleh pendamping sosial yang tengah berlangsung mulai dari tanggal 1 Maret 2025 kemarin.
Baca Juga: Segera Cek Status Penerima Manfaat Bansos PKH 2025, Begini Caranya
Kapan Saldo Dana Bansos PKH Tahap 2 Tahun 2025 Disalurkan?

Belum terdapat informasi resmi terkait penyaluran saldo dana bansos PKH tahap 2 tahun 2025 ini, namun bantuan ini dipastikan akan disalurkan pada triwulan kedua 2025, yakni April hingga Juni.
Melansir dari kanal YouTube Naura Vlog pada Jumat, 17 April 2025, ada saldo dana bansos yang masuk ke m-banking milik KPM, namun apakah bantuan tersebut adalah PKH tahap 2 tahun 202?
“Ada saldo dana yang masuk ke Livin’ by Mandiri Rp750.000 dan Rp500.000 itu adalah saldo untuk bantuan sosial PKH dari komponen balita dan ibu hamil. Jadi kita simpulkan bahwa dua bantuan itu adalah PKH validasi by sistem yang akan berakhir penyalurannya pada tanggal 30 nanti” ujar pemilik kanal YouTube Naura Vlog pada salah satu video-nya yang diunggah Rabu, 16 April 2025.
Bagi KPM yang terdaftar sebagai penerima bantuannya diharapkan untuk melakukan pengecekan secara berkala di ATM KKS agar bisa mengetahui sudah masuk atau belum bantuannya.
Nominal Saldo Dana Bansos PKH
Berikut adalah nominal atau besaran saldo dana bansos PKH yang akan diterima oleh KPM di tahun 2025:
- Ibu Hamil: Rp750.000 per Tahap atau Rp3.000.000 per Tahun
- Anak Usia Dini: Rp750.000 per Tahap atau Rp3.000.000 per Tahun
- SD/MI Sederajat: Rp225.000 per Tahap atau Rp900.000 per Tahun
- SMP/MTS Sederajat: Rp375.000 per Tahap atau Rp1.500.000 per Tahun
- SMA/MA Sederajat: Rp500.000 per Tahap atau Rp2.00.000 per Tahun
- Disabilitas Berat: Rp600.000 per Tahap atau Rp2.400.000 per Tahun
- Lanjut Usia: Rp600.000 per Tahap atau Rp2.400.000 per Tahun