MALANG, POSKOTA.CO.ID - Kembali terjadi aksi pelecehan seksual yang diduga dilakukan oleh seorang oknum dokter di salah satu rumah sakit di Malang.
Seorang perempuan berinisial QAR, 31 tahun diduga menjadi korban pelecehan oleh dokter di Rumah Sakit (RS) Persada Hospital.
Diberitakan dan sempat viral di media sosial, kejadian itu langsung diungkapkan oleh QAR melalui akun Instagram pribadinya.
Ia mengaku mendapatkan aksi yang tidak senonoh dari salah satu dokter di RS Persada tersebut saat berobat pada 26 September 2022.
Baca Juga: Bongkar Kelakuan Dokter Kandungan di Garut yang Lakukan Pelecehan, Pasien: Cara USGnya Gak Sopan!
Menanggapi hal itu, Supervisor Humas Persada Hospital, Sylvia Kitty Simanungkit, S.Si., MMRS mengonfirmasi bahwa dokter tersebut benar dari Pesrana Hospital yang berinisial YA.
"Kami mengonfirmasi yang bersangkutan adalah dokter di Persada Hospital," kata Sylvia dalam keterangannya yang dikutip Poskota pada Kamis, 17 April 2025.
Saat ini, pihaknya tengah melakukan penyelidikan lebih dalam. Di tengah proses investigasi, Persada Hospital menonkatifkan dokter YA sementara waktu.
"Saat ini yang bersangkutan telah dinonaktifkan sementara sambil menunggu proses investigasi internal yang sedang berjalan," katanya.
Pihak RS dengan tegas akan menelusuri kasus tersebut dan akan menindak tegas oknum tersebut jika memang terbukti bersalah.
Kasus Pelecehan Seksual
Sempat viral di media sosial, korban yang berasal dari Bandung itu tengah berlibur ke Kota Malang, Jawa Timur.
Namun, ia mengalami sakit pada 26 September 2022 sekitar pukul 01.00 WIB dan berobat ke Persada Hospital.
"Saya masuk lewat IGD, lalu di situ saya ketemu dengan dokter YA dan diperiksa, terus diinfus," kata QAR.
Dalam pemeriksaannya, ia didiagnosa mengalami vertigo berat dan sinusitis sehingga diharuskan pemeriksaan rontgen.
YA mengarahkannya ke meja perawat untuk meninggalkan nomor WhatsApp guna memberikan hasil rontgen.
Namun akhirnya, pada hari yang sama pada malam hari, QAR kembali dalam kondisi yang tidak membaik dan berobat lagi ke RS tersebut.
Baca Juga: Dokter Cabul Garut Ditangkap, Polisi Data Jumlah Korban
Keesokan harinya pada 27 September 2022, hasil rontgen keluar dan justru disampaikan langsung oleh terduga pelaku melalui WhatsApp.
"Melalui chat, orangnya tanya kabar, lalu tanya sudah tidur sambil menawarkan kopi. Tetapi chat enggak saya balas," katanya.
QAR seketika mendatangi ruanganyan VIP QAR sambil membawa stetoskop, kemudian ia menutup gorden kamar inapnya dan menyuruh korban untuk membuka pakaiannya.
"Alasannya mau diperiksa, saya sudah merasa tidak nyaman. Orang itu suruh saya buka bra, saya bingung dan ketakutan," ucapnya.
Baca Juga: Tanggapan Wakil Bupati Garut Soal Kasus Viral Dokter Kandungan Cabul: Akan Ditindak Seadil-adilnya
Kemudian, pelaku mengeluarkan HP seolah merekam aksi pelecehan yang dilakukannya dengan dalih memeriksanya menggunakan stetoskop.