(Kiri) Bukti CCTV pelecehan seksual yang dilakukan dokter kandungan MFS kepada pasiennya saat melakukan pemeriksaan USG. (Kanan) Dokter MFS. (Sumber: Ist/@Instagram/@drg.mirza)

Nasional

Mantan Asisten Bongkar Modus Dugaan Pelecehan Pasien oleh Dokter Kandungan di Garut, Diawali Ajakan Foto

Rabu 16 Apr 2025, 13:53 WIB

POSKOTA.CO.ID - Oknum dokter kandungan di Garut yang diduga melakukan pelecehan seksual kepada pasiennya saat melakukan pemeriksaan Ultrasonografi (USG ) kini telah diamankan oleh jajaran Polres Garut.

Kurang dari 24 jam setelah video CCTV pelecehan tersebut viral, dokter berinisial MFS atau dokter I itu berhasil diringkus untuk melakukan pemeriksaan di Mapolres Garut.

Kendati kasus ini telah ditangani oleh pihak berwajib, rupanya banyak korban muncul dan mulai berani buka suara.

Salah satunya adalah mantan asisten sang dokter yang mengungkapkan jika perlakuannya yang menyimpang kepada pasien telah terjadi sejak tahun 2023.

Ia mengaku sudah lama memendam permasalahan ini dan tidak berani untuk membongkarnya ke publik.

Bahkan ia sendiri pernah menjadi korban, di mana sang dokter sering mendekati dirinya dan rajin mengirimkan chat sehingga membuatnya risih.

"Saya awal kerja kena juga dok, tp cuma bbrp minggu mepet memepet saya smpai chat rutin nunggu saya pulang smpai saya ga berani pulang dok krna ditungguin dia di depan rs Tapi setelah dia tau saya kenal dan pernh menjadi asisten di dr sp.og senior di garut dia tidk berani lagi mendekati saya dok," ungkapnya dalam sebuah pesan pribadi yang dibagikan oleh dr. Listya Paramita melalui Insta Story miliknya @drmita.spkk dikutip Rabu, 16 April 2025.

Mantan asisten dokter kandungan cabul itu mengaku masih menyimpan bukti pelecehan seksual sang dokter yang terjadi di tahun 2023.

Diantaranya berupa postingan Facebook dari salah seorang saksi yang mengungkapkan jika rekannya mendapat pelecehan seksual dari dokter MFS saat melakukan pemeriksaan kehamilan di klinik yang berada di Jalan Ahmad Yani, Garut, tersebut.

"Saya masih simpan dok bukti nya sampai skrng, ini postingan sempat ramai di 2023 tapi berthan 2 hari setelah itu postingan nya hilang dan tidk ad tidak lanjut apapun," tulisnya.

Lebih dalam lagi mantan asisten dokter MFS itu membeberkan diawal dirinya bekerja, memang sudah melihat gelagat menyimpang sang dokter.

"Dia mendekati semua karyawan dari mulai staf admin apotek, prwat bidan dll tnpa terkecuali. Tua muda, single atau ad psangan dihajar semua," paparnya.

Modus Awal Pelecehan Dokter MFS

Sementara itu, ia menjelaskan mengenai modus yang dilakukan oknum dokter kandungan tersebut kepada para pasien memang hampir sama.

Semua diawali dengan ajakan foto bersama. Lalu setelah pasien diperiksa, dokter MFS mencatat nomor Wa pasien sesuai di buku kunjungan.

Foto bersama ini wajib dilakukan dan ia sebagai mantan asisten yang menjadi fotografernya.

"Dia akan mengirimkan foto bersama tadi ke pasien dan menyuruh psien untuk update status di semua sosmed WA IG dll dan wajib Tag dia. Dia akan Minta follow dan akan dijanjikan Follback," imbuhnya.

Tak hanya itu, untuk menjerat pasien agar mau kembali memeriksakan diri yaitu dengan mengiming-ngimingi tawaran pemeriksaan USG gratis sebagai giveaway.

"Dia akan chat chat psien diawali dg basa basi nanya tempat d garut wisata garut atau kuliner garut. Lama kelamaan dia akan reply smua update psien, chat2 gajelas dan merayu psien menawarkan USG grtis (dalih give away dan butuh orang untuk cobain usg 4D)," terangnya.

Dari banyaknya kasus yang telah terjadi dilakukan oleh dokter MFS, tidak sedikit masyarakat yang bertanya kemana asisten sang dokter jika sedang ada pasien.

"Dari bnyak komenan asistennya mana, ko ga didampingi asisten bidan atau perawat, kita bukan tidk mendampingi tapi kita selalu disuruh pulang dan tidak boleh masuk," terangnya.

Dengan semakin terbukanya satu per satu kasus pelecehan yang dilakukan dokter MFS sejak tahun 2023, ia meyakini jika korban sudah mencapai kurang lebih 100 orang.

"Syaa prkirakan korban 100+ dok saya yakin," pungkasnya.

Tags:
Garutdokter kandungan cabuldokter kandungan di Garutdokter kandungan pelecehan seksual

Neni Nuraeni

Reporter

Neni Nuraeni

Editor